Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengerahkan 12 personel untuk membantu penanganan dampak banjir bandang di Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Personel dikirim untuk berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Solok dan unsur terkait dalam penanganan darurat di lapangan. Pengerahan itu dilakukan setelah banjir bandang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam dan merusak sedikitnya 11 kantor dinas pemerintah.
PADANG — Sekretaris BPBD Padang Robert Chandra Eka Putra menyatakan personel yang dikirim ke Solok akan bekerja sesuai kondisi dan kebutuhan penanganan darurat di lokasi bencana. Ia menegaskan prioritas utama tim adalah keselamatan masyarakat dan petugas.
"Personel BPBD Padang sengaja dikerahkan untuk membantu penanganan dampak bencana banjir bandang di Solok," kata Robert di Padang, Rabu.
Menurut Robert, pengerahan personel tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap daerah yang sedang menghadapi bencana. Seluruh personel diminta mengutamakan keselamatan dan bekerja terkoordinasi dengan semua unsur yang terlibat.
11 Kantor Dinas Pemerintah Terdampak Kerusakan
Banjir bandang menerjang kawasan Arosuka pada Senin (21/9) malam. Sejumlah fasilitas perkantoran pemerintah mengalami dampak, dengan sedikitnya 11 kantor dinas dilaporkan rusak cukup berat.
Data sementara mencatat enam orang terdampak. Satu korban ditemukan meninggal dunia, satu orang masih dalam pencarian, dan empat lainnya mengalami luka-luka.
Status Tanggap Darurat Ditetapkan 14 Hari
Pemerintah Kabupaten Solok menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan, terhitung sejak 22 September 2026. Status itu menjadi dasar pelaksanaan penanganan darurat dan pemulihan di wilayah terdampak.
"Tugas dan prioritas utama ke lokasi adalah keselamatan masyarakat dan petugas, kami berharap kehadiran personel BPBD Padang dapat membantu mempercepat proses penanganan dan pemulihan," ujar Robert.
Tim BPBD Padang akan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Solok dan unsur terkait lainnya selama bertugas di lapangan. Penanganan darurat masih berlangsung menyusul penetapan status tanggap darurat oleh Pemkab Solok.