Pemerintah Kabupaten Dharmasraya membagikan 5.000 masker ke warga di enam titik menyusul kualitas udara daerah itu yang kembali masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap kiriman. Dinas Kesehatan setempat juga mengarahkan seluruh Puskesmas membagikan masker di wilayah kerja masing-masing, sementara pembelajaran jarak jauh untuk PAUD hingga SMP diperpanjang dua hari.
PULAU PUNJUNG — Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya Yosta Defina menyatakan pembagian masker dilakukan di depan RSUD Sungai Dareh, depan Kantor Bupati Dharmasraya, Sikabau, Koto Baru, Sungai Rumbai, dan Tiumang. Menurutnya, kebijakan itu diambil atas arahan bupati setelah kualitas udara kembali memburuk.
"Karena kualitas udara di Dharmasraya kembali memburuk, atas arahan ibu bupati kita kembali membagikan masker kepada pengguna jalan hari ini," kata Yosta di Pulau Punjung.
Selain pembagian di enam titik, Dinas Kesehatan menginstruksikan seluruh Puskesmas meneruskan distribusi masker di wilayah kerja masing-masing. Langkah itu ditempuh agar perlindungan bagi warga tidak terpusat di satu lokasi saja.
ISPU Dharmasraya di Angka 136, Kategori Tidak Sehat
Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Dharmasraya tercatat 136. Angka itu menempatkan kualitas udara daerah tersebut pada kategori tidak sehat.
Yosta mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi ini berlangsung. Jika terpaksa keluar rumah, ia meminta warga memakai masker dan memperbanyak minum air putih.
"Kalaupun memang terpaksa harus beraktivitas di luar, gunakan masker dan banyak minum air putih," ujarnya.
Warga yang mengalami gejala terkait paparan udara tidak sehat diminta segera memeriksakan diri. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak atau sulit bernapas, serta iritasi mata.
Tidak Ada Titik Api, Asap Datang dari Provinsi Lain
Kepala Dinas Kominfo Dharmasraya Martin Efendi menyebut pemantauan sejak 23 September 2026 hingga kini tidak menemukan titik api di wilayah Dharmasraya. Kabut asap yang dirasakan warga, menurutnya, merupakan asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi, mulai Jambi hingga Sumatera Selatan.
Kondisi itu membuat Pemkab Dharmasraya memperpanjang pembelajaran jarak jauh untuk jenjang PAUD hingga SMP selama dua hari, Rabu (7/10) sampai Kamis (8/10). Sebelumnya, sekolah sempat diliburkan pada hari yang sama.
"Iya, untuk libur sekolah diperpanjang selama dua hari. Pembelajaran tatap muka akan dimulai kembali apabila kualitas udara mulai membaik setelah dilakukan evaluasi nantinya," kata Martin.
Sekolah Diminta Manfaatkan Platform Daring
Selama PJJ berlangsung, satuan pendidikan diminta memanfaatkan berbagai platform pembelajaran dalam jaringan. Metode, materi, dan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.
Evaluasi kualitas udara akan menentukan apakah pembelajaran tatap muka bisa digelar kembali. Pemkab Dharmasraya belum memastikan kapan status PJJ berakhir, menunggu perkembangan ISPU dan kondisi kabut asap di wilayah itu.