Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah bersama J&T Express menginisiasi program Jawara Lokal di Padang, Sumatera Barat, sebagai upaya memperkuat akses pasar dan pengembangan usaha UMKM unggulan daerah. Lima UMKM terpilih akan menerima dana pengembangan Rp15 juta per usaha, akses VIP layanan logistik, dukungan promosi, serta pendampingan operasional. Program ini menyasar pelaku usaha yang dinilai memiliki potensi berkembang namun masih terkendala jangkauan distribusi dan eksposur pasar.
PADANG — Kementerian UMKM bersama J&T Express resmi menginisiasi program Jawara Lokal di Padang, Sumatera Barat. Program ini menyasar UMKM unggulan daerah yang dinilai memiliki potensi berkembang namun masih terkendala akses distribusi dan jangkauan konsumen.
Asisten Deputi Bidang Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM Ari Anindya Hartika menyatakan kolaborasi pemerintah dan sektor swasta diperlukan untuk menghadirkan dukungan yang lebih relevan bagi pelaku usaha.
"Kami melihat banyak produk UMKM daerah yang memiliki potensi untuk berkembang. Karena itu, perlu ada dukungan dan pendampingan agar pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas," kata Ari di Padang.
Lima UMKM Sumbar yang Terpilih
Lima UMKM yang lolos kurasi program Jawara Lokal di Sumatera Barat yakni Boemboe Mandhe, Viroom Craft, UniCi Songket Silungkang, Kawa Daun Bonang Bersaudara, dan Rumah Produksi Salero Basamo.
Masing-masing UMKM terpilih memperoleh dana pengembangan Rp15 juta, akses VIP layanan J&T Express, dukungan promosi, serta pendampingan untuk memperkuat operasional dan memperluas jangkauan pasar.
Proses pemilihan dilakukan melalui tahapan kurasi yang meliputi seleksi administrasi dan wawancara bersama Kementerian UMKM RI serta Dinas UMKM setempat.
Dari Produksi ke Pemasaran Digital
Kepala Dinas UMKM Sumatera Barat Endrizal menyatakan pembinaan pelaku usaha selama ini dilakukan bersama pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota melalui pelatihan, bantuan usaha, serta pengembangan kemasan produk.
Pembinaan UMKM kini mulai diarahkan dari peningkatan produksi menuju penguatan pemasaran, termasuk pemanfaatan media sosial dan platform digital.
"Jadi, sekarang mulai beralih dari produksi ke arah pemasaran. Banyak anak muda yang tidak hobi membuat produk, tetapi memiliki kemampuan di TikTok dan media sosial. Ini yang mau kita gerakkan untuk membantu UMKM," kata Endrizal.
Penguatan kemampuan pemasaran digital dinilai membutuhkan pelatihan agar pelaku UMKM mampu memanfaatkan berbagai platform untuk meningkatkan penjualan.
11 Tahun J&T Express dan Peran Logistik
Manager Public Affairs J&T Express Adriansyah Halim menyebut program Jawara Lokal merupakan bagian dari rangkaian perayaan 11 tahun perusahaan sekaligus bentuk komitmen mendukung perkembangan UMKM.
"Sejak beroperasi 11 tahun yang lalu, kami melihat UMKM memiliki peran penting dalam ekosistem J&T Express karena banyak pelaku usaha menggunakan layanan logistik kami untuk mendistribusikan produknya kepada konsumen," ujar Adriansyah.
Dukungan terhadap UMKM tidak hanya diberikan melalui layanan pengiriman, tetapi juga melalui berbagai inisiatif yang memperkuat kapasitas usaha dan memperluas peluang pasar.
J&T Express berupaya memperkuat peran sektor logistik sebagai salah satu pendukung pertumbuhan UMKM, terutama dalam memenuhi kebutuhan distribusi dan membuka akses pasar yang lebih luas.
Kolaborasi tersebut diharapkan membantu UMKM Sumbar meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pemasaran, serta mengembangkan produk lokal agar mampu menjangkau konsumen di tingkat nasional hingga internasional.