SUMATERA BARAT — PSS Sleman menutup laga Super League 2026/2027 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas PSM Makassar di Stadion Internasional Maguwoharjo, Sleman, Minggu. Pelatih Pieter Huistra menilai anak asuhnya tampil menyatu secara taktis dan konsisten membangun serangan dari bawah sepanjang pertandingan.
Kemenangan tanpa balas itu menjadi modal berharga bagi PSS Sleman di kompetisi Super League 2026/2027. Huistra menyebut para pemainnya tahu persis apa yang harus dilakukan di setiap fase permainan, baik saat menguasai bola maupun ketika harus bertahan.
Huistra Puji Kepercayaan Diri Pemain yang Terus Meningkat
Menurut Huistra, kepercayaan diri para pemain PSS Sleman terus tumbuh hingga peluit akhir dibunyikan. Kondisi itu dinilainya sebagai salah satu faktor penting di balik kemenangan timnya.
"Hari ini tim dapat menyatu, secara taktis setiap pemain tahu apa yang harus dilakukan," kata Huistra dalam konferensi pers seusai pertandingan di Stadion Internasional Maguwoharjo, Minggu.
Bangun Serangan dari Bawah, Bukan Umpan Lambung Jauh
Pelatih asal Belanda itu menegaskan PSS Sleman berusaha memperagakan sepak bola dengan membangun serangan dari bawah. Pendekatan itu dipilih ketimbang mengandalkan umpan-umpan lambung jauh.
"Hal baik lainnya, kami berusaha untuk memperagakan permainan sepak bola dengan membangun serangan dari bawah, bukan sekadar mengandalkan umpan-umpan lambung jauh," ujarnya.
Strategi tersebut membuat bola mengalir dan pemain di seluruh lini, baik belakang, tengah, maupun depan, ikut aktif terlibat. Huistra mengakui pola itu tidak selalu berjalan sempurna, tetapi sebagian besar berhasil diterapkan berkali-kali.
"Mengontrol dan mengalirkan bola, itulah yang kami coba lakukan dan kami berhasil melakukannya berkali-kali. Memang tidak selalu sempurna, tetapi sebagian besar berhasil," katanya.
Disiplin Taktik Jadi Kunci Jelang Laga Berikutnya
Menghadapi pertandingan mendatang, Huistra berpesan agar seluruh pemain menjaga disiplin taktik dan mampu mengendalikan permainan. Dua hal itu dinilainya sangat menentukan dalam sebuah pertandingan.
"Jika semua pemain hanya bergerak sesuka hati, walaupun bekerja sekeras apa pun, tetapi tidak akan pernah mendapatkan bola," ujarnya.
Kerja sama antar-pemain serta pengaturan pergerakan masing-masing pemain disebut jauh lebih efektif. Pola itu dinilai dapat menghemat energi yang dikeluarkan selama pertandingan.
"Hari ini bisa dilihat hasilnya, sebagian besar pemain masih sangat bugar hingga akhir pertandingan. Sangat bagus dan menyenangkan melihat hal tersebut," katanya.
Modal Penting Sebelum Menghadapi Jadwal Padat
Kemenangan 3-0 atas PSM Makassar memberi PSS Sleman tambahan kepercayaan diri. Permainan mengalir yang ditunjukkan di laga itu menjadi acuan Huistra untuk meracik strategi pada pertandingan selanjutnya.
Ia menekankan pentingnya pengendalian permainan dan disiplin taktik agar tim tetap tampil efektif. Bagi Huistra, kerja sama kolektif jauh lebih menguntungkan ketimbang mengandalkan pergerakan individu.