SUMATERA BARAT — Bagi traveler yang sedang merencanakan petualangan ke Flores atau sekadar memantau kondisi gunung api di Indonesia Timur, kabar terbaru dari Gunung Lewotobi Laki-laki ini penting dicermati. Erupsi kali ini terekam jelas di seismograf dengan amplitudo maksimum 29,6 milimeter, meski visual letusan tidak teramati karena tertutup kabut atau awan.
Ini merupakan erupsi kedua dalam sepekan terakhir. Sepanjang tahun 2026, gunung yang menjadi ikon kebanggaan warga Flores Timur ini tercatat telah meletus sebanyak 772 kali, menjadikannya salah satu gunung api paling aktif kedua di Indonesia setelah Gunung Semeru di Jawa Timur yang mencatat 1.691 kali letusan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia menetapkan status Gunung Lewotobi Laki-laki di Level III atau Siaga. Artinya, aktivitas vulkanik masih tinggi dan berpotensi terjadi erupsi sewaktu-waktu.
Aturan ini tegas: masyarakat dan pengunjung dilarang melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. "PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi," demikian peringatan resmi yang dikeluarkan.
Bagi pendaki atau wisatawan yang sudah terlanjur berada di kawasan sekitar, langkah teraman adalah segera menjauh dari zona terlarang dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Jangan memaksakan diri untuk mendekat demi foto atau konten—risikonya tidak sebanding.
Sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WITA pada hari yang sama, seismograf mencatat rangkaian aktivitas yang cukup intens. Tercatat 3 kali tremor non-harmonik dengan amplitudo antara 5,9 hingga 7,4 milimeter dan durasi gempa 86 hingga 123 detik.
Selain itu, terjadi 2 kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 2,9 milimeter dan selisih waktu gelombang P-S (s-p) 1,9 hingga 2,2 detik. Satu kali gempa tektonik lokal juga terdeteksi dengan amplitudo 5,9 milimeter. Pola kegempaan ini menunjukkan pasokan magma dari kedalaman yang masih aktif.
Bagi Anda yang berencana berkunjung ke Larantuka, ibu kota Flores Timur, atau ingin menyaksikan fenomena alam di kawasan ini, ada baiknya memantau perkembangan status gunung secara berkala. Meski erupsi tidak selalu berdampak langsung pada penerbangan atau pelayaran, abu vulkanik bisa mengganggu jarak pandang dan kualitas udara.
Selalu periksa informasi resmi dari PVMBG melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau akun media sosial resmi Badan Geologi sebelum berangkat. Untuk informasi terkini mengenai kondisi lapangan dan pembukaan akses wisata, Anda dapat mengonfirmasi langsung ke Dinas Pariwisata Kabupaten Flores Timur atau pos pengamatan gunung api setempat.
Gunung Lewotobi Laki-laki tetap menjadi destinasi menarik bagi pendaki berpengalaman saat statusnya kembali normal. Namun, keselamatan adalah prioritas utama—dan saat status masih Siaga, menunda pendakian adalah keputusan paling bijak.