6 Daerah di Sumbar Terdampak Kabut Asap Kiriman dari Jambi, Riau, dan Sumsel, Begini Imbauan Dinas LH

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 21:43:01 WIB
Kabut asap kiriman dari Jambi, Riau, dan Sumsel menyelimuti enam kabupaten/kota di Sumatera Barat, menurunkan jarak pandang warga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatera Barat Tasliatul Fuaddi menyebut kabut asap yang menyelimuti sejumlah daerah di provinsi itu berasal dari kiriman provinsi tetangga, bukan dari titik api lokal. Enam kabupaten/kota di perbatasan mengalami penurunan jarak pandang dan kualitas udara, meski Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) masih berada di kategori baik hingga sedang.

PADANG — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatera Barat memastikan kabut asap yang menyelimuti wilayah perbatasan provinsi berasal dari kiriman provinsi tetangga, bukan dari kebakaran lahan di daerah sendiri. Kepala DLH Sumbar Tasliatul Fuaddi menyampaikan hal itu di Padang, Senin, merespons penurunan kualitas udara di sejumlah kabupaten/kota.

Daerah yang terdampak kabut asap meliputi Kabupaten Pesisir Selatan, Dharmasraya, Sijunjung, Lima Puluh Kota, serta sebagian wilayah Tanah Datar dan Solok. Akibatnya, jarak pandang di wilayah-wilayah itu menurun dibandingkan hari normal.

103 Titik Api di Sumbar, Jauh di Bawah Provinsi Tetangga

Klaim bahwa asap berasal dari luar provinsi didasari data titik api yang menurun drastis di Sumbar. Pada periode 1-13 Agustus tercatat 232 titik api, sedangkan periode 14-23 Agustus turun lebih dari 50 persen menjadi 103 titik.

Bandingkan dengan provinsi tetangga pada periode yang sama. Berdasarkan data Sipongi Gakkum Kehutanan, Jambi mencatat 1.281 titik api, Riau 1.433 titik, dan Sumatera Selatan (Sumsel) mencapai 4.975 titik. Adapun Bengkulu dan Sumatera Utara terpantau rendah, masing-masing 154 dan 214 titik.

ISPU Masih Aman, tapi Warga Diminta Pakai Masker

Meski Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) per 23 Agustus masih masuk kategori baik hingga sedang, DLH Sumbar tetap mengimbau warga di daerah terdampak untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

"Kenakan masker dan kurangi aktivitas luar ruangan demi menjaga kesehatan, kita menunggu upaya pemadaman yang tengah dilakukan oleh tim gabungan pemerintah sampai saat ini," kata Tasliatul Fuaddi.

Pemadaman Masih Berlangsung, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar

Pemerintah saat ini masih menunggu hasil pemadaman yang dilakukan tim gabungan di provinsi asal asap. Kepala DLH menegaskan bahwa asap yang masuk ke Sumbar merupakan kiriman dari Jambi, Riau, dan Sumsel, bukan dari wilayah Sumbar.

Meski titik api di Sumbar mengalami penurunan, kabut asap tetap terjadi di daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan provinsi tetangga. Warga yang tinggal di perbatasan diimbau untuk memantau perkembangan kualitas udara dan mengikuti arahan petugas setempat.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top