Festival Seni Anak Nagari di Bukittinggi Libatkan 20 Sanggar, Dorong Generasi Muda Cintai Adat dan Budaya

Penulis: Faisal Hasbi  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:00:01 WIB
Festival Seni Anak Nagari Pintu Kabun Baralek Gadang di Bukittinggi resmi dibuka dengan melibatkan 20 sanggar tradisi.

Festival Seni Anak Nagari Pintu Kabun Baralek Gadang di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, menjadi wadah bagi 20 sanggar tradisi untuk menampilkan tarian tradisional dan kontemporer. Kegiatan ini diarahkan untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap adat dan budaya daerah di tengah derasnya pengaruh budaya asing.

BUKITTINGGI — Festival Seni Anak Nagari Pintu Kabun Baralek Gadang di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, resmi digelar dengan melibatkan puluhan sanggar tradisi. Ajang ini menjadi upaya konkret melestarikan budaya sekaligus membangun identitas generasi muda di tengah gempuran budaya populer global.

Anggota DPRD Sumatera Barat, Asril, menegaskan bahwa festival yang digelar di Kota Bukittinggi ini merupakan langkah strategis untuk mengenalkan adat dan budaya kepada generasi penerus. Menurutnya, kecintaan terhadap budaya lokal adalah fondasi untuk membentuk pribadi yang bermartabat.

Menjaga Identitas di Tengah Budaya Populer

Asril menjelaskan, kegiatan ini selaras dengan visi besar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kota Bukittinggi, yaitu "Adaik Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah". Pemahaman mendalam terhadap adat dinilai penting untuk membentuk generasi yang memiliki jati diri kuat.

"Ketika generasi muda kita memahami dan mencintai adat, maka artinya kita sudah bisa mengatakan bermartabat secara budaya," ujar Asril di sela-sela acara.

Kepala UPTD Taman Budaya Sumatera Barat, M. Devid, mengingatkan bahwa ketertarikan anak muda pada budaya luar, seperti Korean dance, tidak boleh menghilangkan ruang untuk mengenal budaya sendiri. Justru, festival ini diharapkan bisa menjadi titik awal untuk menarik wisatawan asing belajar kesenian Minangkabau.

Dukungan Peralatan untuk 20 Sanggar Tradisi

Festival yang berlangsung di Kota Bukittinggi ini bukan sekadar panggung pertunjukan. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk menggali nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam setiap gerakan tari dan alunan musik tradisional.

"Kami berharap kita semua yang ada di sini tidak hanya menyaksikan pertunjukan tapi juga bisa mengambil nilai dan makna," kata Devid.

Sebagai bentuk dukungan nyata, acara ini juga menjadi momen penyerahan bantuan alat musik tradisional dan pakaian tari kepada Camat Mandiangin Koto Selayan, Fachrul Razi. Bantuan tersebut nantinya akan disalurkan kepada sanggar-sanggar yang membutuhkan perlengkapan pendukung kegiatan kesenian.

Asril yang menyalurkan dana pokok pikiran untuk kegiatan kebudayaan tersebut berharap festival ini mampu melahirkan calon pemimpin masa depan yang paham akan nilai agama dan adat. "Semoga generasi muda kita ke depan, calon-calon pemimpin, pemimpin kita ke depan, benar-benar pemimpin yang paham yang kitabullah," harapnya.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top