SUMATERA BARAT — Peristiwa ini bermula ketika banjir dan longsor menerjang wilayah Rasuwa, Nepal utara. Dalam situasi kacau itu, Zoyal memilih kabur ke arah hutan dan memanjat pohon untuk menyelamatkan diri—keputusan yang akhirnya menyelamatkan nyawanya. Ia kemudian ditemukan dalam kondisi terluka dan dievakuasi ke Kathmandu untuk menjalani perawatan intensif.
Sementara itu, ibunya, Matti Maya Tamang (28), menjalani pencarian yang menyakitkan selama berhari-hari. Ia berpindah dari satu tempat pengungsian ke lokasi pengumpulan korban lainnya, berharap menemukan Zoyal dan saudara laki-lakinya. Namun, namanya tak pernah muncul dalam daftar korban selamat di sejumlah titik evakuasi.
"Saat kamu mengatakan bahwa kamu tahu di mana Zoyal berada, rasanya tidak nyata. Saya sudah menyerah untuk bisa menemukan mereka," ujar Tamang kepada wartawan Reuters, Sahana Bajracharya, yang pertama kali menemukan Zoyal di rumah sakit kecil di distrik Nuwakot.
Harapan itu muncul pada Kamis ketika Tamang mendapatkan nomor telepon Bajracharya. Wartawan tersebut sebelumnya bertemu Zoyal di sebuah rumah sakit kecil di Nuwakot, namun saat itu tidak ada petugas yang mengetahui keberadaan keluarga bocah tersebut. Bajracharya kemudian melacak informasi bahwa Zoyal telah dievakuasi dari Rasuwa dalam kondisi kritis.
Kabar bahwa putranya masih hidup membuat Tamang nyaris tak percaya. Setelah menemukan Zoyal, ia juga berhasil menemukan putra bungsunya dalam keadaan selamat. "Setelah menemukan anak yang lebih besar, saya merasa hidup saya kembali," katanya.
Sebelumnya, Tamang sempat menerima kemungkinan terburuk. "Di tempat keempat juga, nama anak-anak saya tidak ada dalam daftar dan mereka juga tidak ada di sana," tuturnya, menggambarkan keputusasaan yang sempat melandanya.
Bencana ini meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat di sejumlah wilayah Nepal, khususnya anak-anak. UNICEF melaporkan sedikitnya 17.000 anak terdampak banjir di distrik Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading, yang berada di utara Kathmandu.
Ketiga distrik tersebut menjadi wilayah dengan kerusakan terparah. Selain kehilangan tempat tinggal, banyak anak yang terpisah dari keluarganya seperti yang dialami Zoyal, meningkatkan risiko eksploitasi dan trauma psikologis jangka panjang.
Proses evakuasi dan pencarian korban masih terus berlangsung. Pemerintah Nepal bersama organisasi kemanusiaan berupaya menyatukan kembali anak-anak yang terpisah dari orang tua mereka, sementara Zoyal kini tengah menjalani pemulihan di Kathmandu.