IHSG Kamis Pagi Dibuka Melemah 9,93 Poin ke Posisi 6.364, LQ45 Ikut Turun 0,40 Persen

Penulis: Teuku Fahreza  •  Kamis, 24 September 2026 | 13:06:02 WIB
IHSG dibuka melemah 9,93 poin atau 0,16 persen ke posisi 6.364,98 pada Kamis pagi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka melemah 9,93 poin atau 0,16 persen ke posisi 6.364,98 pada Kamis pagi. Penurunan indeks sejalan dengan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 yang turun 2,55 poin atau 0,40 persen ke posisi 630,63. Pelemahan ini menandai pembukaan perdagangan yang kurang bergairah bagi pasar modal Indonesia.

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai perdagangan Kamis pagi di zona merah. Indeks acuan pasar modal Indonesia itu dibuka melemah 9,93 poin atau 0,16 persen ke posisi 6.364,98.

Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 ikut tertekan. Indeks tersebut turun 2,55 poin atau 0,40 persen ke posisi 630,63, menandakan tekanan jual juga dirasakan saham-saham berkapitalisasi besar.

Posisi IHSG dan LQ45 di Pembukaan Kamis

IHSG membuka di level 6.364,98 setelah melemah 9,93 poin dari penutupan sebelumnya. Pelemahan 0,16 persen itu menempatkan indeks pada rentang yang lebih rendah dibanding posisi pembukaan hari sebelumnya.

Indeks LQ45 turun lebih dalam secara persentase. Penurunan 0,40 persen atau 2,55 poin membawa indeks saham unggulan ke level 630,63.

Mengapa IHSG dan LQ45 Sama-Sama Tertekan?

Pelemahan serentak IHSG dan LQ45 menunjukkan tekanan jual tidak hanya terjadi pada saham lapis kedua, tetapi juga pada saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi komponen utama LQ45. Penurunan LQ45 yang lebih besar secara persentase dibanding IHSG mengindikasikan saham-saham unggulan menjadi sasaran aksi jual pada pembukaan perdagangan.

Data pembukaan Kamis pagi ini mencatat IHSG berada di posisi 6.364,98, sementara LQ45 di level 630,63. Kedua indeks bergerak di zona negatif sejak awal sesi.

Apa Arti Pelemahan Pagi Ini bagi Investor?

Pembukaan yang melemah menjadi sinyal awal pergerakan pasar pada sesi Kamis. Investor biasanya mencermati apakah tekanan jual berlanjut sepanjang hari atau indeks mampu berbalik menguat.

Penurunan 9,93 poin pada IHSG dan 2,55 poin pada LQ45 tercatat sebagai posisi pembukaan, bukan posisi penutupan. Pergerakan selanjutnya masih bergantung pada dinamika permintaan dan penawaran sepanjang sesi perdagangan.

Bagi investor ritel, pelemahan indeks pada pembukaan kerap menjadi acuan untuk menilai sentimen pasar jangka pendek. Namun keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan fundamental emiten dan kondisi makroekonomi.

Pantauan Selanjutnya

Pasar akan menanti apakah IHSG mampu bertahan di atas level 6.300 atau justru melanjutkan penurunan menuju level support berikutnya. Indeks LQ45 di posisi 630,63 juga menjadi perhatian karena mencerminkan pergerakan saham-saham likuid.

Perkembangan pergerakan IHSG dan LQ45 sepanjang sesi Kamis akan menjadi gambaran awal arah pasar modal Indonesia pada hari tersebut.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top