Fiersa Besari Bawa Anak Manggung di Pestapora, Istri Mendaki Himalaya

Penulis: Teuku Fahreza  •  Senin, 28 September 2026 | 12:34:01 WIB
Fiersa Besari tampil di Pestapora 2026 dengan membawa putrinya, Kinasih, di belakang panggung.

SUMATERA BARAT — Fiersa Besari kembali tampil di Pestapora 2026 setelah absen sekitar dua tahun, tapi kali ini ia datang membawa putrinya, Kinasih. Sang istri, Aqia Nurfadla, sedang mendaki Himalaya dan sempat kesulitan dihubungi karena cuaca buruk di jalur pendakian.

Kinasih menemani Fiersa di belakang panggung sepanjang persiapan hingga penampilan berlangsung. Keputusan membawa sang putri bukan tanpa alasan: Aqia sedang berada di jalur pendakian Himalaya dan komunikasi sempat terputus.

Fiersa mengaku sempat mendapat kabar bahwa tim pendakian istrinya menghadapi cuaca buruk. Kabar itu membuat pikirannya terbagi antara kekhawatiran sebagai suami dan tanggung jawab sebagai musisi yang harus tampil di atas panggung.

Kabar Cuaca Buruk di Jalur Pendakian

Informasi soal cuaca buruk di jalur pendakian Aqia sampai ke Fiersa saat ia sedang bersiap tampil. Kondisi itu jelas membuatnya cemas, apalagi komunikasi dengan sang istri tidak selalu lancar.

Meski begitu, Fiersa memilih tetap menjalankan pekerjaannya. Ia berusaha profesional dan menuntaskan penampilan di Pestapora 2026 seperti yang sudah direncanakan.

Kinasih Ikut ke Belakang Panggung

Karena Aqia sedang mendaki, Kinasih tidak bisa dititipkan seperti biasa. Fiersa pun membawa putrinya ke lokasi acara, dan Kinasih menunggu di area belakang panggung selama ayahnya tampil.

Momen ini jadi pengalaman tersendiri bagi Fiersa. Ia harus membagi perhatian antara menjaga anak dan memenuhi jadwal manggung yang padat.

Kembali Tampil Setelah Dua Tahun Absen

Pestapora 2026 menjadi penampilan Fiersa setelah sekitar dua tahun tidak muncul di acara tersebut. Baginya, kesempatan kembali ke panggung yang sama punya kesan tersendiri.

Meski situasi pribadi sedang tidak mudah, Fiersa tetap berusaha memberikan penampilan terbaik. Ia tidak ingin kekhawatiran soal kondisi istrinya mengganggu jalannya pertunjukan.

Kekhawatiran yang Wajar Dialami Orang Tua

Apa yang dialami Fiersa cukup relatable bagi banyak orang tua. Ketika pasangan sedang jauh dan sulit dihubungi, sementara anak harus tetap diurus, beban pikiran bisa terasa berlipat.

Yang dilakukan Fiersa—membawa anak ke tempat kerja karena tidak ada pilihan lain—juga sering terjadi di keluarga muda Indonesia. Tidak selalu ada keluarga besar yang bisa membantu menjaga anak saat pasangan sedang pergi.

Komunikasi dengan Pasangan Saat Jauh

Saat pasangan berada di lokasi dengan sinyal terbatas, penting untuk menyepakati waktu komunikasi sejak awal. Misalnya, sepakat mengirim pesan singkat di jam tertentu meski hanya untuk memastikan kondisi aman.

Jika ada anak yang ditinggal, jelaskan situasinya dengan bahasa sederhana. Anak perlu tahu bahwa ayah atau ibunya sedang pergi untuk sementara, bukan menghilang tanpa kabar.

Kapan Perlu Minta Bantuan

Kalau pasangan sedang jauh dan Anda harus bekerja sambil mengasuh anak, jangan ragu mencari bantuan. Bisa dari keluarga terdekat, teman yang dipercaya, atau layanan penitipan anak sementara.

Beban mengasuh anak sendirian saat pasangan pergi bukan tanda kelemahan. Justru dengan mencari dukungan, Anda bisa menjalankan pekerjaan dan mengurus anak dengan lebih tenang.

Kisah Fiersa di Pestapora 2026 menunjukkan bahwa menjadi orang tua dan pekerja sekaligus memang menantang. Tapi dengan komunikasi yang baik dan dukungan di sekitar, situasi sulit bisa dilewati tanpa harus mengorbankan salah satunya.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: lifestyle.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top