Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, menyatakan kualitas udara di daerah itu kembali masuk kategori tidak sehat dengan nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) mencapai 103 pada Selasa pagi. Peningkatan pencemaran udara ini dipengaruhi asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi tetangga, sementara di Dharmasraya sendiri tidak terpantau titik api. DLH mengimbau warga memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.
PULAU PUNJUNG — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dharmasraya Novandri Ismi menyebut status kualitas udara kembali tidak sehat pada Selasa pagi. Kondisi ini berbalik dari sepekan sebelumnya, ketika ISPU Dharmasraya bertahan di bawah 100 atau level kurang sehat pada 21 hingga 28 September.
Novandri mengatakan perbaikan kualitas udara beberapa hari terakhir dipengaruhi hujan yang turun di wilayah Dharmasraya. "Status kualitas udara kembali tidak sehat hari ini," kata Novandri di Pulau Punjung, Selasa.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Dharmasraya menegaskan peningkatan pencemaran udara masih dipengaruhi asap akibat karhutla di wilayah provinsi tetangga. Di Dharmasraya sendiri, tidak ada titik api yang terpantau.
"Sementara ini di Dharmasraya tidak ada titik api. Asap yang menyelimuti saat ini masih merupakan kiriman dari provinsi tetangga," katanya.
Menurutnya, kualitas udara Dharmasraya dalam sepekan terakhir cenderung membaik karena wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi. Namun kabut asap kembali terpantau muncul pada Selasa pagi.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Dharmasraya Bobby Perdana Riza menyatakan proses belajar mengajar pada Selasa tetap dilaksanakan seperti biasa. Disdik telah menginstruksikan seluruh satuan pendidikan meniadakan kegiatan di luar ruangan sebagai antisipasi agar siswa tidak terlalu lama terpapar udara tidak sehat.
"Kita lihat perkembangan berikutnya, apakah anak-anak belajar jarak jauh tatap muka," ujarnya.
Dinas Pendidikan meminta pihak sekolah menyesuaikan aktivitas siswa dengan kondisi lingkungan. Kegiatan seperti upacara, baris-berbaris, olahraga, maupun aktivitas pembelajaran lain di luar ruangan untuk sementara ditiadakan.
DLH Dharmasraya mengimbau masyarakat menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah. Langkah itu untuk mengurangi paparan udara tidak sehat akibat menurunnya kualitas udara.
Warga yang hendak keluar rumah disarankan memantau perkembangan ISPU harian dari DLH. Kondisi ini akan kembali dievaluasi sesuai perkembangan cuaca dan kiriman asap dari wilayah tetangga.