Komnas PA Minta Ruben Onsu dan Sarwendah Utamakan Anak di Tengah Konflik

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:34:01 WIB
Ketua Umum Komnas PA, Agustinus Sirait, meminta Ruben Onsu dan Sarwendah mengutamakan kepentingan anak di tengah konflik.

SUMATERA BARAT — Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) angkat bicara soal polemik pengasuhan anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah yang semakin memanas. Lembaga ini menegaskan bahwa kepentingan terbaik anak harus berada di atas ego orang tua, apa pun kondisi hubungan keduanya.

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait, menyampaikan permintaan itu secara langsung dalam konferensi pers yang digelar belum lama ini. Ia menekankan bahwa anak-anak tidak seharusnya menjadi korban dari perselisihan orang dewasa yang terus menjadi tontonan publik.

Pesan Tegas Komnas PA untuk Kedua Orang Tua

Agustinus tidak hanya mengimbau, tetapi juga memberi peringatan keras kepada Ruben dan Sarwendah. Menurutnya, ego masing-masing pihak harus dikesampingkan demi kondisi psikologis buah hati mereka.

"Saya sebagai Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak meminta perhatian kepada pasangan yang sedang berkonflik: sekali lagi, buang seluruh ego masing-masing. Kalau memang sayang terhadap anak-anak kita, ya, kedepankanlah kepentingan terbaik untuk anak," tegas Agustinus Sirait.

Hak Anak Bertemu Kedua Orang Tua Dilindungi Undang-Undang

Komnas PA juga menyoroti pentingnya akses pertemuan antara anak dan kedua orang tuanya. Agustinus mengingatkan bahwa hak anak untuk bertemu ayah dan ibunya tetap dijamin oleh Undang-Undang Perlindungan Anak, meskipun kedua orang tua telah berpisah.

Ia meminta Ruben maupun Sarwendah tidak saling menutup akses pertemuan dengan anak. Langkah itu dinilai krusial untuk menjaga hubungan anak dengan kedua orang tuanya tetap terjalin.

Mengapa Kepentingan Anak Harus Jadi Prioritas Utama

Dalam situasi konflik orang tua, anak sering kali menjadi pihak yang paling terdampak secara emosional. Komnas PA menekankan bahwa kepentingan terbaik anak harus selalu menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan yang diambil.

Prinsip ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Perlindungan Anak yang menempatkan anak sebagai subjek yang berhak mendapatkan perlindungan, pengasuhan, dan kasih sayang dari kedua orang tuanya tanpa terkecuali.

Dampak Konflik Orang Tua terhadap Anak

Perselisihan yang berlarut-larut antara orang tua dapat memengaruhi perkembangan psikologis anak. Anak yang terus-menerus menyaksikan konflik berisiko mengalami kecemasan, rasa tidak aman, dan kesulitan membangun kepercayaan.

Karena itu, Komnas PA mendorong kedua pihak untuk menyelesaikan perbedaan dengan cara yang tidak melibatkan anak sebagai alat atau objek perseteruan. Komunikasi yang sehat antara mantan pasangan menjadi kunci agar anak tetap merasa dicintai dan aman.

Kapan Perlu Melibatkan Pihak Ketiga

Jika komunikasi antara kedua orang tua menemui jalan buntu, melibatkan mediator atau konselor keluarga bisa menjadi pilihan. Pihak ketiga yang netral dapat membantu menyusun kesepakatan pengasuhan yang adil dan berfokus pada kebutuhan anak.

Komnas PA sendiri siap memfasilitasi jika diperlukan, dengan catatan kedua belah pihak bersedia mengutamakan kepentingan anak di atas segalanya.

Pada akhirnya, apa pun bentuk konflik yang terjadi, anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih. Mengesampingkan ego dan membuka komunikasi adalah langkah pertama yang bisa dilakukan orang tua demi masa depan buah hati.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: lifestyle.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top