Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar, 800 Pelaku Usaha Ikut Pelatihan

Penulis: Faisal Hasbi  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:01:02 WIB
Gubernur Sumatera Barat menegaskan pemulihan UMKM pascabencana diarahkan agar pelaku usaha naik kelas.

PADANG — Gubernur Sumatera Barat menegaskan pemulihan UMKM pascabencana tidak boleh berhenti pada kondisi sebelum bencana. Pelaku usaha didorong naik kelas lewat peningkatan kualitas produk, kemasan, pengelolaan keuangan, digitalisasi pemasaran, perluasan pasar, jejaring kemitraan, dan akses pembiayaan.

“Bukan hanya sekadar pulih sebagaimana sebelumnya, tapi bagaimana UMKM kita ini bisa naik kelas. Lebih kuat, lebih adaptif, mampu memanfaatkan digitalisasi dalam pemasaran dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Gubernur.

750.000 UMKM Menopang Hampir 4 Juta Warga Sumbar

Gubernur menyebut hampir 750.000 UMKM beroperasi di Sumatera Barat. Jika satu UMKM menghidupi satu keluarga, hampir 4 juta warga bergerak di sektor ini dari total sekitar 6 juta penduduk provinsi tersebut.

“Hampir 750.000 UMKM di Sumatera Barat. Kalau satu UMKM satu keluarga, hampir 4 juta masyarakat kita bergerak di UMKM dari sekitar 6 juta penduduk Sumatera Barat,” ujarnya.

Bencana tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi warga. UMKM paling terdampak karena bergantung pada kelancaran transportasi dan pergerakan konsumen.

Pemerintah daerah berupaya memastikan akses transportasi tetap berjalan saat bencana terjadi. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi di sepanjang jalur yang terdampak.

Dana Bukan Hibah Bebas, Wajib Diikuti Pelatihan dan Pendampingan

Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza menjelaskan sekitar 38.000 UMKM di Sumatera Barat menjadi sasaran bantuan dengan total alokasi sekitar Rp115 miliar. Bantuan diarahkan untuk pemulihan usaha sekaligus pemberdayaan agar usaha berjalan berkelanjutan.

“Tujuannya bukan sekadar dana hibah yang bisa digunakan suka-suka. Tujuannya adalah untuk pemberdayaan dan pemulihan usaha,” ujar Helvi.

Kementerian UMKM mewajibkan pelatihan dan pendampingan, termasuk literasi keuangan serta pencatatan transaksi melalui perbankan. Perkembangan usaha pelaku UMKM jadi tercatat dan bisa menjadi dasar membuka peluang pembiayaan.

Dalam kegiatan Regional II Sumatera Barat, sekitar 800 pelaku UMKM terdampak bencana mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas produksi, literasi keuangan, dan akses pasar.

Universitas Andalas Dilibatkan untuk Pendampingan Lanjutan

Program ini melibatkan Universitas Andalas melalui lembaga inkubator bisnis untuk mendampingi pelaku usaha setelah pelatihan. Kolaborasi itu diharapkan memperkuat kualitas produk, pemanfaatan teknologi, akses pasar, dan pengembangan usaha.

Gubernur mengapresiasi perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian UMKM yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan pelatihan dan pendampingan. Ia mengajak pelaku UMKM memanfaatkan program tersebut sebaik-baiknya.

“Jangan takut untuk memulai kembali. Dan jangan biarkan bencana menghentikan langkah-langkah kita,” pesannya.

Melalui dukungan pembiayaan, pelatihan, pendampingan, dan penguatan akses pasar, program Klinik UMKM Minang Bangkit diharapkan mempercepat pemulihan usaha terdampak bencana sekaligus mendorong UMKM Sumatera Barat lebih kuat, tangguh, dan naik kelas.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: investigasi.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top