Bahlil Rangkap Jabatan Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM, Garasi Cuma Isi Dua Mobil Tua

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:06:01 WIB
Bahlil Lahadalia dilantik sebagai Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

SUMATERA BARAT — Bahlil Lahadalia resmi dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), merangkap Menteri ESDM. Dari LHKPN yang disampaikan 31 Maret 2026, total kekayaannya Rp 344.415.518.982, tetapi garasinya hanya berisi dua mobil berumur di atas 10 tahun senilai total Rp 75.276.200. Perpaduan jabatan menteri koordinator dan menteri teknis ini menempatkan Bahlil sebagai salah satu pejabat dengan portofolio terluas di Kabinet Merah Putih.

Pelantikan Bahlil Lahadalia sebagai Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi menandai beroperasinya nomenklatur baru dalam Kabinet Merah Putih. Posisi menteri koordinator diisi bersamaan dengan jabatannya sebagai Menteri ESDM, sementara Kementerian Investasi dan Hilirisasi berada di bawah koordinasi kemenko baru tersebut.

Dua Mobil Tua di Garasi Bahlil

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 31 Maret 2026 mencatat hanya dua unit kendaraan atas nama Bahlil. Keduanya berusia di atas 10 tahun dan diperoleh dari hasil sendiri.

  • Toyota Harier 2007 — Rp 44.217.000
  • Honda CR-V 2010 — Rp 31.059.000

Total nilai kendaraan tersebut Rp 75.276.200. Tidak ada kendaraan lain yang dicantumkan dalam laporan kekayaan Bahlil, yang secara keseluruhan mencapai Rp 344.415.518.982.

Alasan Rangkap Jabatan Menko dan Menteri Teknis

Bahlil menyebut penugasan ganda ini sebagai amanah negara. Menurut dia, kebijakan tersebut berkaitan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan hilirisasi dan transisi energi sebagai prioritas. Kedua sektor itu perlu dikonsolidasikan lewat kemenko agar pelaksanaannya lebih cepat.

"Saya dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus merangkap jadi Menteri ESDM. Saya tahu ini adalah amanah, tanggung jawab negara yang saya harus emban," ujar Bahlil usai pelantikan, dilansir detikFinance.

Operasional Kemenko Sementara di Kementerian ESDM

Kegiatan operasional Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi untuk sementara berpusat di Kementerian ESDM. Bahlil menjelaskan keputusan itu diambil karena porsi investasi hilirisasi yang besar berada di sektor ESDM.

Dalam struktur yang dijelaskan Bahlil, kemenko bertugas melakukan koordinasi, sedangkan kementerian teknis menjalankan program secara langsung. Kementerian Investasi dan Hilirisasi masuk dalam koordinasi kemenko baru tersebut.

"Alasannya, kalau Menko kan Kemenko aja, Menteri Koordinator. Sementara Menteri Investasi dan Hilirisasi kan dia menteri teknis. Jadi, kementeriannya, Kementerian Investasi dan Hilirisasi itu di dalam koordinasi Kemenko. Itu aja kok, biasa ya," terang Bahlil.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top