Menteri PU Dody Hanggodo Percepat Pembangunan Sabo Dam di Hulu Sungai Solok Usai Banjir Bandang

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:43:33 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau kawasan terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menginstruksikan percepatan pembangunan sabo dam atau penahan aliran lahar di hulu sungai kawasan terdampak banjir bandang Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Instruksi tersebut menyasar titik-titik pengendalian sedimen di wilayah hulu yang menjadi jalur utama aliran material vulkanik saat banjir bandang melanda.

SOLOK — Percepatan pembangunan sabo dam di hulu sungai menjadi prioritas Kementerian Pekerjaan Umum (PU) setelah banjir bandang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Menteri PU Dody Hanggodo secara langsung menginstruksikan jajarannya untuk mempercepat pembangunan struktur penahan aliran lahar tersebut.

Instruksi ini menargetkan kawasan hulu sungai yang menjadi jalur utama aliran material vulkanik dan sedimen saat banjir bandang terjadi. Sabo dam berfungsi menahan dan mengendalikan aliran lahar agar tidak menerjang permukiman warga di kawasan hilir.

Apa Itu Sabo Dam dan Mengapa Dibutuhkan di Solok?

Sabo dam adalah bangunan pengendali sedimen yang dirancang menahan aliran material vulkanik, batu, dan lumpur dari hulu sungai. Struktur ini lazim dibangun di kawasan gunung berapi untuk mengurangi risiko banjir bandang di permukiman bawahnya.

Kabupaten Solok berada di kawasan rawan aliran lahar karena posisinya yang berdekatan dengan jalur gunung berapi. Ketika curah hujan tinggi, material vulkanik yang menumpuk di hulu sungai bisa terbawa arus dan berubah menjadi banjir bandang yang merusak permukiman.

Percepatan Pembangunan Jadi Kunci Mitigasi

Percepatan pembangunan sabo dam disebut sebagai langkah mitigasi utama untuk mencegah bencana serupa terulang. Kementerian PU menempatkan struktur penahan aliran lahar ini sebagai infrastruktur prioritas di kawasan terdampak.

Pembangunan sabo dam di hulu sungai membutuhkan perhitungan teknis yang cermat, mulai dari kapasitas tampung sedimen hingga kekuatan struktur menahan beban material. Instruksi percepatan ini diharapkan memperpendek waktu pembangunan tanpa mengorbankan kualitas konstruksi.

Dampak bagi Warga di Kawasan Hilir

Warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai hilir menjadi pihak paling terdampak jika sabo dam tidak segera dibangun. Aliran lahar yang tidak terkendali berpotensi menerjang permukiman, lahan pertanian, dan akses jalan warga.

Keberadaan sabo dam di hulu sungai diharapkan menekan risiko banjir bandang susulan, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi. Struktur ini juga berfungsi memperlambat aliran material sehingga warga memiliki waktu lebih untuk evakuasi.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top