PADANG — Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat resmi dibuka oleh Gubernur Mahyeldi Ansharullah di Halaman Istana Gubernuran, Jumat (2/10/2026). Pembukaan menandai kembalinya kompetisi olahraga antardaerah Sumbar setelah terakhir kali digelar pada 2018 di Kabupaten Padang Pariaman.
Porprov XVI menggunakan skema tuan rumah bersama. Dari 19 kabupaten/kota di Sumbar, 12 daerah bertindak sebagai penyelenggara dengan pertandingan tersebar di 54 lokasi venue.
Daerah yang terlibat sebagai tuan rumah adalah Kota Bukittinggi, Kota Padang, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Solok, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Pariaman, Kota Sawahlunto, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai.
"Kita menerapkan skema tuan rumah bersama untuk kegiatan ini. Dari 19 kabupaten/kota di Sumbar, 12 daerah di antaranya akan bertindak sebagai tuan rumah penyelenggaraan," ungkap Mahyeldi.
Skema itu dipilih agar beban penyelenggaraan tidak menumpuk di satu daerah sekaligus memberi kesempatan lebih luas bagi warga di berbagai wilayah menyaksikan pertandingan secara langsung.
Ketua Panitia Besar Porprov XVI Editiawarman melaporkan, pendataan melalui aplikasi Satu Data KONI Sumbar mencatat 11.102 atlet dan 2.124 pelatih di Sumbar. Dari jumlah itu, 8.794 atlet terdaftar mengikuti Porprov XVI 2026.
"Memang belum semua atlet kita dapat ikut berlaga dalam kegiatan ini karena satu dan lain hal. Semoga pada penyelenggaraan tahun selanjutnya, mereka bisa berpartisipasi," harap Editiawarman.
Para atlet akan bertanding dalam 53 cabang olahraga dengan total 1.049 nomor pertandingan. Seluruh pertandingan dilaksanakan di 54 lokasi venue yang tersebar di 12 kabupaten/kota.
Mahyeldi menyebut Porprov XVI bukan sekadar ajang kompetisi antardaerah. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi agenda olahraga tingkat nasional, termasuk PON 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
"Porprov yang kita laksanakan tahun ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi agenda-agenda nasional, termasuk PON 2028," katanya.
Pemerintah Provinsi Sumbar juga mendorong penyelenggaraan kompetisi berjenjang, mulai tingkat antardaerah hingga ajang yang melibatkan negara-negara kawasan Samudra Hindia. Menurut Mahyeldi, penyelenggaraan kegiatan olahraga turut memberi dampak terhadap perekonomian daerah.
Wakil Ketua V KONI Pusat Tursandi Alwi menilai Porprov menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet di daerah. Ia berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, mematuhi aturan, saling menghormati, dan menjaga persatuan.
"Semoga ajang Porprov ini dapat menjadi penyempurnaan persiapan bagi para atlet Sumbar sebelum berlaga di kancah nasional nantinya," katanya.
Tursandi menyebut agenda olahraga nasional ke depan cukup padat, mulai dari PON Pantai 2026, PON Bela Diri, PON Indoor, PON Remaja, hingga babak kualifikasi PON XXI 2028 NTB-NTT.
Ketua KONI Sumbar Hamdanus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumbar, DPRD, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Porprov XVI.
"Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah membantu penyelenggaraan kegiatan ini. Semoga penyelenggaraan Porprov ini dapat berjalan lancar dari awal sampai akhir," ucap Hamdanus.
Ia berharap Porprov XVI memperkuat pembinaan olahraga di Sumbar, melahirkan atlet berprestasi, sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.