SUMATERA BARAT — vivo X500 Pro membawa baterai 6.510mAh dan layar 144Hz, sementara iPhone 18 Pro mengandalkan A20 Pro dan ekosistem iOS 27. Selisih harga keduanya mencapai Rp4 juta, tapi keunggulan vivo di sektor baterai dan pengisian daya terbilang signifikan. Pertanyaannya, apakah angka besar itu cukup mengalahkan keunggulan ekosistem Apple?
Duel flagship ringkas akhir 2026 ini menarik karena keduanya sama-sama masuk era chipset 2nm, tapi pendekatan masing-masing produsen berbeda jauh. Apple fokus pada ekosistem tertutup dan kemampuan video, vivo menyerang dari sisi kapasitas baterai dan kecepatan pengisian. Berikut perbandingan head-to-head berdasarkan spesifikasi resmi yang sudah beredar.
Kedua ponsel memakai panel LTPO OLED dengan ukuran yang nyaris identik. iPhone 18 Pro mengusung layar 6,3 inci resolusi 1.206 x 2.622 piksel, refresh rate adaptif hingga 120Hz, plus dukungan HDR10 dan Dolby Vision. Kecerahan puncaknya mencapai 3.000 nits dengan lapisan anti-reflektif.
vivo X500 Pro memakai panel BOE Q11 LTPO 8T berukuran 6,36 inci resolusi 1.5K. Refresh rate-nya adaptif dari 1Hz sampai 144Hz, dan kecerahan puncak mencapai 4.500 nits. Dari sisi bodi, vivo lebih ringan dan tipis: 197 gram dengan ketebalan 8,12 mm, sedangkan iPhone 18 Pro 211 gram dan 8,8 mm.
Soal ketahanan air, keduanya sudah IP68. vivo menambah sertifikasi IP69, yang berarti tahan semprotan air bertekanan tinggi.
iPhone 18 Pro memasang tiga kamera belakang 48MP. Kamera utama pakai focal length 24mm dengan aperture variabel f/1.5 hingga f/4.0 dan sensor-shift stabilization generasi kedua. Ada ultrawide 48MP dan telefoto 48MP focal length 100mm dengan optical zoom 4x.
Kemampuan video jadi senjata utama Apple: perekaman 4K hingga 120fps, Dolby Vision HDR, ProRes, ProRes RAW, dan Apple Log 2. Untuk kreator konten, kombinasi ini masih sulit ditandingi ponsel Android.
vivo X500 Pro mengandalkan kamera utama 50MP dengan sensor Blueprint X-Drive 900 dan lapisan Zeiss T*. Ada ultrawide 50MP dan periskop telefoto 64MP focal length ekuivalen 85mm. Kamera depan vivo 50MP, jauh lebih besar dari 18MP milik iPhone.
vivo juga menyediakan aksesori Zeiss G2 teleconverter terpisah untuk memperluas kemampuan telefoto. Untuk video, X500 Pro mendukung 4K 240fps untuk slow motion.
iPhone 18 Pro ditenagai Apple A20 Pro dengan CPU enam inti dan GPU tujuh inti. Apple memperbesar vapor chamber untuk menjaga performa saat beban berat. Chip ini dipadukan RAM 12GB dan pilihan storage 256GB sampai 2TB.
vivo X500 Pro memakai MediaTek Dimensity 9600 Pro 2nm dengan dua inti C2-Ultra hingga 4,55GHz dan enam inti C2 Pro. GPU-nya Mali-G2-Ultra-NX. Sistem operasinya OriginOS 7 berbasis Android 17, dengan fitur Atomic Workbench yang bisa menjalankan lima aplikasi di latar depan bersamaan.
Belum ada angka benchmark resmi dari kedua chipset ini, jadi klaim performa masih perlu diuji lewat pengujian independen setelah perangkat rilis.
Ini sektor paling timpang. vivo X500 Pro membawa baterai 6.510mAh dengan fast charging kabel 90W dan wireless 40W. iPhone 18 Pro hanya 4.056mAh untuk versi nano-SIM, sementara model eSIM disebut 4.288mAh meski belum dikonfirmasi Apple.
Secara teori, baterai vivo sekitar 60 persen lebih besar dari iPhone versi nano-SIM. Apple mendukung MagSafe dan Qi2 hingga 25W, dengan klaim pengisian 50 persen dalam sekitar 15 menit pakai adaptor kompatibel.
Untuk pengguna yang mobile seharian atau sering lupa mengisi daya, keunggulan vivo di sektor ini terasa nyata. Tapi angka kapasitas besar belum tentu berarti daya tahan lebih lama, karena efisiensi chipset dan optimasi software juga menentukan.
vivo X500 Pro dipasarkan mulai 6.499 yuan atau sekitar Rp17,38 juta untuk RAM 12GB dan storage 256GB. Varian 12GB/512GB sekitar Rp20,06 juta. Harga varian 1TB belum tercantum lengkap di bahan yang beredar.
iPhone 18 Pro dibanderol mulai US$1.199 atau sekitar Rp21,46 juta di pasar Amerika Serikat. Selisih harga keduanya sekitar Rp4 juta untuk konfigurasi dasar.
iPhone 18 Pro unggul di:
iPhone 18 Pro kurang di:
vivo X500 Pro unggul di:
vivo X500 Pro kurang di:
Kalau kamu kreator video, pengguna ekosistem Apple, atau butuh ProRes RAW untuk kerja profesional, iPhone 18 Pro masih jadi pilihan logis meski baterainya kecil. Kamu membayar premium untuk software dan workflow yang sudah matang.
Sebaliknya, kalau prioritasmu daya tahan baterai, pengisian cepat, layar 144Hz, dan harga lebih masuk akal, vivo X500 Pro menawarkan value lebih tinggi. Selisih Rp4 juta bisa dialihkan ke aksesori atau kebutuhan lain.
Yang perlu dicatat: belum ada pengujian independen untuk kedua perangkat ini. Klaim daya tahan baterai, performa chipset 2nm, dan kualitas kamera masih perlu dibuktikan lewat review jangka panjang setelah perangkat resmi dijual di pasar.