KKB x BIF 2026 Digelar 9-11 Oktober, Banten Bidik Realisasi Investasi Rp142,19 Triliun

Penulis: Zulkifli Arief  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:03:31 WIB
Bank Indonesia Banten bersama Pemprov Banten menggelar KKB x BIF 2026 pada 9-11 Oktober 2026 di Tangerang Selatan.

SUMATERA BARAT — Bank Indonesia Banten bersama Pemprov Banten menggelar Karya Kreatif Banten (KKB) x Banten Investment Forum (BIF) 2026 pada 9-11 Oktober 2026 di Ballroom DoubleTree by Hilton Jakarta Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. Forum ini menghubungkan penguatan UMKM dengan percepatan realisasi investasi daerah, seiring target investasi Banten tahun ini yang mencapai Rp142,19 triliun.

Kegiatan tersebut mengusung tema "Mengoptimalkan Potensi Penyangga Megapolitan melalui Investasi Berkualitas dan Penguatan Ekosistem UMKM untuk Mendorong Daya Saing Banten". Penyelenggaraannya dilatarbelakangi kebutuhan memperkuat daya saing ekonomi daerah di tengah dinamika perekonomian yang menuntut pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan.

UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Jumlahnya lebih dari 64 juta unit usaha atau sekitar 99 persen dari total unit usaha, dengan kontribusi sekitar 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan penyerapan sekitar 97 persen tenaga kerja.

Realisasi Investasi Banten Baru 46,63 Persen dari Target

Dari sisi investasi, Provinsi Banten mencatat realisasi Rp130,2 triliun pada 2025 atau 108,95 persen dari target, dengan penyerapan tenaga kerja 214.216 orang. Pada semester I 2026, realisasi investasi mencapai Rp66,3 triliun atau 46,63 persen dari target tahunan Rp142,19 triliun.

Capaian itu menunjukkan besarnya potensi investasi Banten sekaligus pentingnya memastikan komitmen investasi ditindaklanjuti hingga tahap realisasi. Dukungan ekosistem usaha dan penyelesaian hambatan investasi menjadi kunci.

Ekonomi Banten Tumbuh 5,49 Persen, di Atas Nasional

Kinerja ekonomi daerah menopang agenda tersebut. Ekonomi Banten tumbuh 5,49 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional 5,29 persen. Pembentukan modal tetap bruto (PMTB) berkontribusi 30,97 persen terhadap PDRB Banten pada 2025.

Gubernur Banten Andra Soni menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem UMKM yang terintegrasi dari hulu hingga hilir serta menciptakan iklim investasi yang kondusif.

"Pengembangan UMKM perlu diarahkan pada peningkatan kapasitas usaha, kualitas dan daya saing produk, digitalisasi, perluasan akses pembiayaan dan pasar, serta penguatan kemitraan," ujar Andra.

Dia berharap UMKM Banten naik kelas, terhubung dengan rantai pasok yang lebih luas, dan memperoleh manfaat dari tumbuhnya investasi di daerah. Investasi berkualitas diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan melibatkan UMKM lokal.

Pendekatan Baru: Menyambung Pipeline Investasi

Pada 2026, KKB x BIF membawa pendekatan lanjutan. Forum tidak sekadar mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli atau investor, tetapi juga memperkuat investment pipeline, mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor yang sesuai, serta mengidentifikasi hambatan investasi termasuk yang berkaitan dengan lahan dan tata ruang.

Rangkaian acara mencakup showcase UMKM, business matching dengan pembeli domestik dan internasional, The Brewtiful Banten Experience, Banten Creative Runway, talkshow, edukasi, serta kompetisi kreatif. Semua diarahkan memperluas eksposur produk dan kapasitas pelaku UMKM.

Potensi Banten ditopang posisi strategisnya sebagai wilayah penyangga megapolitan Jakarta, keberadaan kawasan industri di Banten bagian utara, serta kekayaan potensi alam dan budaya di Banten bagian selatan. Kolaborasi antara pengembangan UMKM dan kebutuhan pasar serta rantai pasok industri menjadi kunci pemanfaatannya.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: tangselpos.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top