PADANG — Hujan deras yang turun sejak Sabtu siang (10/10/2026) memicu luapan arus sungai yang membawa sampah kayu, batu, dan lumpur ke pintu masuk air baku. Lima intake di wilayah utara Kota Padang terdampak paling parah, membuat distribusi air bersih ke rumah-rumah warga tersendat.
Afriyanto dari Humas Perumda Air Minum Kota Padang menyebut kelima titik yang terganggu tersebar di aliran sungai sekitar kawasan utara kota. Petugas di lapangan masih berupaya membersihkan material yang menutupi intake agar pasokan bisa kembali normal.
Kelima titik intake yang terdampak adalah:
Material berupa sampah kayu, batu, dan lumpur menutupi pintu masuk air baku di titik-titik tersebut. Kondisi ini membuat aliran air yang masuk ke instalasi pengolahan berkurang drastis.
Gangguan pasokan air bersih paling dirasakan warga yang tinggal di Kecamatan Koto Tangah, Nanggalo, dan Kuranji. Distribusi ke rumah-rumah di tiga wilayah itu tersendat sejak hujan deras melanda.
Perumda mengimbau pelanggan di tiga kecamatan tersebut untuk menghemat penggunaan air. Warga juga diminta menampung air bersih sebagai antisipasi selama proses perbaikan masih berlangsung.
Pihak Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Perumda berjanji terus memantau kondisi cuaca dan bergerak cepat melakukan pembersihan material di lapangan.
"Kami mohon maaf atas gangguan ini. Petugas kami di lapangan terus berupaya melakukan penanganan agar pasokan air segera kembali normal," ujar Afriyanto.
Pembersihan material di lima intake masih berlangsung. Perumda belum menyebut kapan pasokan air ke Koto Tangah, Nanggalo, dan Kuranji akan kembali normal sepenuhnya.