MUARO SIJUNJUNG — Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Kabupaten Sijunjung tahun ini mempertandingkan sejumlah cabang, mulai dari tilawah, tahfiz Al-Qur'an, tartil, hafalan hadis, azan, khutbah Jumat, Musabaqah Syarhil Quran (MSQ), hingga karya tulis ilmiah Al-Qur'an (KTIQ). Perlombaan digelar di beberapa lokasi dengan Kecamatan Koto VII sebagai tuan rumah.
Ketua Panitia MTQ Nasional ke-42 tingkat Kabupaten Sijunjung, Erik Sahdienof, melaporkan kegiatan berlangsung pada 15–17 Oktober 2026. Menurutnya, MTQ bertujuan memperluas syiar Islam, menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an, sekaligus menjadi sarana evaluasi dan pembinaan kafilah secara berjenjang menuju MTQ tingkat Provinsi Sumbar 2027.
Gubernur Mahyeldi menilai penyelenggaraan MTQ secara berjenjang, dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi, perlu terus diperkuat. Selain sebagai sarana syiar Islam, kegiatan itu disebutnya menjadi wadah pembinaan untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Al-Qur'an.
"Suksesnya penyelenggaraan MTQ itu jangan hanya dilihat dari lancarnya penyelenggaraan tapi juga perlu diukur dari sejauh mana nilai-nilai Al-Qur'an diamalkan dalam kehidupan masyarakat," kata Mahyeldi.
Ia berharap nilai-nilai Al-Qur'an dan ajaran Rasulullah tidak hanya dipahami lewat kegiatan keagamaan, tetapi juga tercermin dalam pikiran, ucapan, dan perilaku masyarakat sehari-hari. Sumbar, menurutnya, memegang teguh falsafah "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" (ABS-SBK) yang menempatkan Al-Qur'an sebagai landasan hidup.
Mahyeldi mendorong pemerintah kabupaten dan kota mempercepat pelaksanaan MTQ di daerah masing-masing. Langkah itu diperlukan agar peserta potensial punya waktu pembinaan lebih optimal sebelum berlaga di tingkat provinsi dan nasional.
"Kita berharap dari MTQ yang dilaksanakan di kabupaten dan kota akan lahir qori dan qoriah terbaik yang dapat mengharumkan nama Sumatera Barat di tingkat nasional," ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, MTQ Nasional 2027 direncanakan berlangsung di Provinsi DKI Jakarta, kemungkinan pada September 2027. Karena itu, persiapan MTQ tingkat Provinsi Sumbar pada tahun yang sama perlu direncanakan lebih awal.
Gubernur juga mengingatkan dewan hakim dan juri agar menjaga integritas dalam menjalankan tugas. Penilaian harus dilakukan secara transparan dan objektif sehingga hasil perlombaan benar-benar mencerminkan kemampuan peserta.
Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir berharap pelaksanaan MTQ berjalan lancar dan menjadi momentum memperkuat pembinaan keagamaan. Ia juga menyoroti pentingnya menyiapkan peserta terbaik untuk mengikuti MTQ tingkat Provinsi Sumbar pada 2027.