ISI Padangpanjang Gelar FKI XIII 20-24 Oktober 2026, 232 Peserta dari 9 Perguruan Tinggi Seni Unjuk Karya

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 17:31:01 WIB
Rektor ISI Padangpanjang, Dr. Febri Yulika, menyampaikan kesiapan penyelenggaraan FKI XIII dalam jumpa pers di Padangpanjang, Senin (19/10/2026).

PADANGPANJANG — Rektor ISI Padangpanjang, Dr. Febri Yulika, menyampaikan kesiapan pelaksanaan festival dalam sambutannya di hadapan insan pers, Senin (19/10/2026). Ia menyebut FKI XIII sebagai momentum memperkuat eksistensi seni budaya Indonesia sekaligus memperluas jejaring akademik antarperguruan tinggi seni.

Penetapan ISI Padangpanjang sebagai tuan rumah lahir dari kesepakatan pimpinan perguruan tinggi seni. Semula FKI XIII dijadwalkan pada 2025, tetapi pelaksanaannya diundur menyusul kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Mengapa FKI XIII Baru Terlaksana Setahun Setelah Jadwal Awal

Penundaan terjadi karena kebijakan efisiensi anggaran yang berlaku di lingkungan pemerintah. Meski begitu, koordinasi lintas kampus akhirnya membuka jalan bagi Padangpanjang untuk tetap menjadi tuan rumah.

"Alhamdulillah, melalui koordinasi dan kesepakatan bersama sembilan perguruan tinggi seni, FKI XIII akhirnya dapat kita laksanakan di Padang Panjang," ujar Febri.

Festival kali ini melanjutkan pengembangan agenda sebelumnya, terutama memperluas keterlibatan peserta internasional. Sejumlah peserta dari Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Australia akan terlibat dalam pertunjukan, seminar, maupun pameran karya seni.

Karya Unggulan Kembali Ditampilkan, Piala Menteri Kebudayaan Jadi Incaran

Salah satu sorotan FKI XIII adalah kembalinya presentasi karya unggulan dari masing-masing perguruan tinggi seni. Karya tersebut ditampilkan sebagai representasi kreativitas dan capaian artistik tiap institusi peserta.

Selain pertunjukan dan pameran seni rupa, festival menghadirkan berbagai tangkai lomba seni. Kompetisi itu memperebutkan piala bergilir Menteri Kebudayaan Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan kreativitas peserta.

Ada pula program pemutaran film yang menampilkan karya terbaik mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi seni. Program ini disebut menjadi ruang apresiasi karya film sekaligus membuka akses masyarakat menikmati kreativitas generasi muda di bidang perfilman.

Randai hingga Sanggar Kambang Manih Warnai Agenda Tuan Rumah

Sebagai tuan rumah, ISI Padangpanjang mengangkat kekayaan seni dan budaya Minangkabau dalam sejumlah agenda. Kegiatan itu mencakup lokakarya seni tradisional, termasuk randai, serta pengenalan potensi budaya lokal kepada peserta dari berbagai daerah.

Penyelenggaraan festival juga melibatkan mitra dari komunitas dan sanggar seni di Sumatera Barat. Salah satu mitra yang disebut dalam sambutan Rektor adalah Sanggar Seni Kambang Manih di Kota Padang Panjang.

Keterlibatan komunitas seni menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Harapannya, festival memberi manfaat lebih luas bagi ekosistem seni dan budaya daerah.

Tujuh Tujuan FKI XIII, dari Seminar Internasional sampai Pewarisan ke Generasi Muda

Febri memaparkan tujuh tujuan utama penyelenggaraan FKI XIII. Tujuan itu meliputi penyediaan ruang presentasi karya unggulan dan pameran seni rupa, penguatan keilmuan melalui seminar internasional, peningkatan kompetensi melalui lokakarya, serta pengembangan kreativitas dan inovasi artistik.

Butir berikutnya adalah penguatan jejaring akademik antarperguruan tinggi seni, pewarisan pengetahuan dan pengalaman artistik kepada generasi muda, serta peningkatan apresiasi publik terhadap seni dan budaya.

Seminar internasional menjadi salah satu agenda penting festival. Kegiatan itu dirancang menghadirkan narasumber dari dalam dan luar negeri serta dilaksanakan secara hibrida, sehingga menjangkau peserta langsung maupun daring.

Sembilan maestro yang dipilih oleh perguruan tinggi peserta akan berbagi pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman berkarya. Program ini diharapkan menjadi sarana pewarisan nilai-nilai seni dan budaya kepada mahasiswa dan masyarakat.

Sumber Dana: Anggaran Kampus dan Hibah Dana Indonesiana

Dari sisi pendanaan, penyelenggaraan festival didukung anggaran yang diprogramkan perguruan tinggi serta bantuan hibah dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana. Dukungan media cetak dan daring juga diapresiasi Rektor karena turut menyebarluaskan informasi kegiatan seni dan budaya kepada masyarakat.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: minangkabaunews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top