Amanda Brownies dan Suweger Andalkan TikTok, Penjualan Voucer Naik 80 Persen

Penulis: Teuku Fahreza  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 17:34:01 WIB
Jaringan Amanda Brownies yang berdiri sejak 1999 di Bandung kini memiliki 150 outlet dari Aceh hingga Papua.

SUMATERA BARAT — Amanda Brownies mencatat kenaikan penjualan voucer online lebih dari 80 persen pada Agustus–September 2026 setelah bergabung dengan TikTok GO by Tokopedia. Jaringan brownies asal Bandung yang kini punya 150 outlet dari Aceh hingga Papua itu memakai penanda lokasi untuk mengarahkan konsumen ke gerai terdekat. Sementara Suweger, merek minuman asal Surabaya, menguji strategi serupa lewat konten komedi dan program afiliasi.

Manajer Marketing Amanda Brownies, Hilda Nathania, menyebut perubahan perilaku pembeli terlihat dari cara mereka menemukan produk. Rekomendasi yang dulu datang dari keluarga atau teman kini banyak muncul lewat video pendek di media sosial. Amanda Brownies sendiri berdiri di Bandung pada 1999 sebagai usaha keluarga.

Dari Suguhan Ibu ke Meja Anak

Selama lebih dari dua dekade, brownies Amanda dikenal lintas generasi. Hilda menggambarkan pergeseran itu lewat pengalaman pribadinya.

"Dulu ibu saya yang menyuguhkan Amanda untuk saya, sekarang saya yang membelikan untuk anak saya," kata Hilda dalam keterangannya pada Lifestyle Liputan6.com, Jumat, 16 Oktober 2026.

Sejak 2020, perusahaan menggarap konten TikTok dan menggandeng kreator makanan serta gaya hidup untuk menjangkau audiens lebih muda. Data internal mereka mencatat lebih dari 40 ribu video organik buatan pengguna menampilkan produk brownies, dengan total tayangan melampaui 500 juta kali.

Konversi Cepat lewat Voucer dan Penanda Lokasi

Pada Juli 2026, Amanda Brownies bergabung dengan TikTok GO by Tokopedia. Layanan itu memakai penanda lokasi untuk membantu konsumen menemukan outlet dan menyediakan voucer yang bisa ditukarkan dengan produk pilihan.

Hilda menyebut konsumen yang tertarik pada penawaran dalam konten, termasuk promo group-buy, biasanya datang ke outlet pada hari yang sama atau paling lambat keesokan harinya.

"Kami tidak menyangka proses konversinya bisa seefisien dan secepat itu," ujarnya.

Hasilnya, penjualan voucer online naik lebih dari 80 persen pada Agustus–September 2026, dua bulan pertama setelah bergabung dengan layanan tersebut.

Suweger: dari Minuman Mahasiswa ke Camilan

Perjalanan Suweger berangkat dari kebutuhan berbeda. Tiga mahasiswa tingkat akhir mendirikan merek ini di Surabaya pada 2019 untuk menyediakan minuman segar berharga terjangkau bagi mahasiswa. Dari satu outlet di kawasan Sukolilo, Suweger kini punya sekitar 14 gerai di Surabaya dan Sidoarjo.

Sejak 2021, mereka mengunggah konten komedi dan hiburan di TikTok. Interaksi dengan audiens jadi sumber masukan untuk memahami minat konsumen. Pada 2026, Suweger mulai mengeksplorasi program afiliasi, flash sale, kolaborasi kreator, dan siaran langsung melalui TikTok GO by Tokopedia.

"Kami tidak hanya melihat apakah konten kami ramai atau banyak ditonton. Kami juga ingin tahu apakah setelah melihat konten, orang menjadi tertarik dengan produknya dan akhirnya mencoba," kata Chief Marketing Officer Suweger, Muhammad Ghiyats Humam.

Thai Tea Jelly Boba dan Camilan Baru

Salah satu produk yang dikembangkan Suweger adalah Thai Tea Jelly Boba, berangkat dari kategori minuman terlaris perusahaan. Menurut data internal mereka, produk itu masuk lima besar terlaris dalam sekitar satu bulan setelah peluncuran dan sempat menempati posisi kedua.

Suweger juga mulai menawarkan camilan, termasuk dimsum dengan variasi kuah keju, bubuk cabai, dan bakso aci. Salah satu produk camilan yang masih dipantau perkembangannya telah terjual hampir 1.000 unit per pekan. Sepanjang Mei–September 2026, penjualan voucer online mereka tumbuh hingga 20 persen.

Ghiyats menyebut lebih dari 50 persen kunjungan langsung konsumen ke outlet berkaitan dengan TikTok GO by Tokopedia. Operasional 14 gerai melibatkan sekitar 60 tenaga kerja, banyak di antaranya anak muda yang tinggal di sekitar gerai.

Yang Bisa Ditiru Pelaku Kuliner Lokal

Dua merek ini berangkat dari skala dan usia usaha yang jauh berbeda. Amanda Brownies sudah mapan dengan 150 outlet, sementara Suweger masih bertumbuh dengan 14 gerai di dua kota.

Yang sama, keduanya memakai konten pendek sebagai pintu masuk, lalu mengukur apakah tontonan berubah jadi kunjungan ke outlet. Bagi pelaku kuliner yang ingin mencoba, kuncinya ada pada penanda lokasi yang jelas dan penawaran yang mudah ditukar di gerai.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top