Wakapolda Sumbar Terapkan Pendekatan Humanis Amankan Hari Buruh 2026

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 19:23:23 WIB
Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin memimpin apel kesiapan pengamanan Hari Buruh 2026 di Mapolda Sumbar.

Padang — Brigjen Pol Solihin, Wakapolda Sumatera Barat, memimpin apel kontigensi "Aman Nusa I tahun 2026" di lapangan Mapolda Sumbar pada Jumat (1 Mei 2026). Acara ini merupakan bentuk kesiapan personel dalam menjaga situasi kondusif di wilayah Sumatera Barat, khususnya dalam menyambut penyampaian aspirasi masyarakat pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day).

Paradigma Pelayanan Berbasis Kemanusiaan

Dalam arahannya di hadapan ratusan personel, Wakapolda menekankan perubahan fundamental dalam cara pandang kepolisian terhadap masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap personel yang bertugas di lapangan harus memandang masyarakat bukan sebagai objek pengamanan semata, melainkan sebagai keluarga sendiri.

"Ubah pola pikir kita. Bukan lagi sekadar pengamanan, tetapi kita memberikan pelayanan. Mereka yang menyampaikan aspirasi adalah keluarga kita, saudara kita, bahkan anak-anak kita. Berikan layanan terbaik agar mereka tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Brigjen Pol Solihin kepada ratusan personel.

Kontrol Emosi dan Profesionalisme

Wakapolda juga mengingatkan pentingnya menahan diri dan mengontrol emosi saat menghadapi massa di lapangan. Menurutnya, tindakan yang didasari emosi hanya akan merusak citra kepolisian dan memicu konflik yang tidak perlu.

Ia meminta anggotanya untuk bekerja secara profesional dan tetap waspada meski situasi diprediksi berjalan aman. "Masyarakat adalah bagian dari keluarga kita sendiri. Mereka yang bersuara adalah saudara kita yang sedang menyampaikan harapan, bukan sosok yang harus ditakuti. Saya titipkan pesan kepada seluruh anggota: bertindaklah dengan kasih sayang. Simpan emosi kalian, biarkan hati nurani yang memandu setiap langkah di lapangan," tegas Brigjen Pol Solihin.

Komitmen Menjaga Keamanan dan Kebebasan Berpendapat

Meskipun berharap tidak ada gangguan keamanan yang signifikan di Sumatera Barat, Wakapolda menyatakan bahwa seluruh jajaran harus dalam posisi siap siaga. Penyiapan personel ini merupakan komitmen Polda Sumbar untuk menjamin kemerdekaan berpendapat di muka umum tetap berjalan damai dan terkontrol.

Brigjen Pol Solihin menambahkan bahwa polisi hadir untuk melindungi, bukan untuk bertindak represif terhadap warga yang berniat baik. Ia menekankan bahwa dengan niat memberikan perlindungan dan pelayanan, tugas berat ini akan terasa ringan. Acara apel diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan seluruh personel dan masyarakat Sumatera Barat agar tetap kondusif.

Reporter: Redaksi
Back to top