Pemprov Sumbar Luruskan Video Viral Menteri Pariwisata Pakai Sepatu Masjid

Penulis: Redaksi  •  Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:07:04 WIB
Menteri Pariwisata memakai kaos kaki saat kunjungan ke Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.

Padang — Video yang beredar luas di berbagai platform media sosial memicu persepsi keliru bahwa Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memakai sepatu saat berkunjung ke Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi pada 29 April 2026. Pemprov Sumbar kini secara resmi menolak klaim tersebut dan menyatakan informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta lapangan.

Kesaksian Langsung dari Pendamping Kunjungan

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Sumbar, Nolly Eka Mardianto, memastikan keakuratan informasi berdasarkan pengalaman langsung. Sebagai bagian dari rombongan, Nolly mendampingi seluruh rangkaian kegiatan kunjungan kerja Menteri Pariwisata termasuk di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.

"Saya menjadi bagian dari rombongan yang hadir dan menyaksikan langsung kegiatan tersebut. Tidak benar Ibu Menteri memakai sepatu di dalam masjid, yang digunakannya adalah kaos kaki," tegas Nolly di Padang pada Sabtu (2/5/2026).

Video Potongan Menimbulkan Kesalahpahaman Visual

Menurut Nolly, potongan video yang viral telah menciptakan interpretasi keliru di antara publik. Dalam rekaman tersebut, Menteri Pariwisata Widiyanti terlihat berjalan di atas karpet masjid dengan mengenakan kaos kaki, bukan sepatu. Bentuk kaos kaki yang agak tebal kemungkinan terlihat menyerupai sepatu ketika dilihat sekilas dari video.

Pemprov Sumbar menekankan bahwa seluruh kunjungan Menteri Pariwisata, khususnya di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, berjalan dengan penuh penghormatan terhadap nilai dan etika yang dijunjung tinggi masyarakat Minangkabau.

Ajakan Verifikasi dan Literasi Informasi

Nolly menyayangkan maraknya penyebaran informasi yang tidak terverifikasi di ruang publik. Menurut pejabat setda, penyebaran hoaks dan fitnah tidak hanya menyesatkan masyarakat tetapi juga berpotensi memicu kesalahpahaman dan perpecahan sosial.

"Perbedaan persepsi mungkin saja terjadi, namun menyebarkan informasi yang tidak benar dan menggiring opini ke arah negatif tentu bukan hal yang bijak, apalagi jika berpotensi menimbulkan perpecahan," jelasnya.

Pemprov Sumbar mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi dengan selalu mengedepankan verifikasi serta mengutamakan fakta di atas asumsi. "Mari kita bersama-sama menjaga ruang publik yang sehat dengan informasi yang benar dan bertanggung jawab," kata Nolly.

Reporter: Redaksi
Back to top