Pemprov Sumbar Bantah Menpar Widiyanti Pakai Sepatu di Masjid Raya

Penulis: Redaksi  •  Minggu, 03 Mei 2026 | 11:05:04 WIB
Menpar Widiyanti memakai kaus kaki, bukan sepatu, saat kunjungan di Masjid Raya Sumbar.

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memberikan klarifikasi resmi terkait potongan video viral yang menarasikan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menggunakan sepatu di dalam Masjid Syekh Khatib Al Minangkabawi. Video yang beredar luas di media sosial tersebut dipastikan tidak akurat dan menyesatkan publik.

Kunjungan kerja Menpar Widiyanti ke masjid yang sebelumnya dikenal sebagai Masjid Raya Sumbar itu didampingi langsung oleh Gubernur Mahyeldi. Pihak Pemprov menegaskan seluruh rombongan telah mengikuti protokol dan tata krama yang berlaku di rumah ibadah tersebut pada Sabtu (2/5/2026).

Klarifikasi Biro Adpim Sumbar Terkait Narasi Video Viral

Kepala Biro Adpim Setda Provinsi Sumbar, Nolly Eka Mardianto, menyatakan dirinya hadir langsung mendampingi rombongan menteri selama kegiatan berlangsung. Ia menegaskan apa yang terlihat dalam video bukanlah sepatu, melainkan kaus kaki berwarna gelap yang lazim digunakan perempuan.

"Saya menjadi bagian dari rombongan yang hadir dan menyaksikan langsung kegiatan tersebut. Tidak benar Ibu menteri memakai sepatu di dalam masjid, yang digunakannya adalah kaos kaki," ujar Nolly dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu (2/5/2026).

Nolly menambahkan bahwa Menpar beserta jajaran kementerian telah menjalankan etika kunjungan sesuai aturan syariat di masjid tersebut. Pihak Pemprov merasa perlu meluruskan informasi ini karena narasi yang beredar sudah menyimpang dari fakta di lapangan.

Menpar Widiyanti Beri Penjelasan Langsung di Media Sosial

Selain klarifikasi dari pemerintah daerah, Menpar Widiyanti Putri Wardhana juga merespons langsung unggahan video yang menyudutkannya di platform digital. Berdasarkan pantauan di media sosial, ia mengonfirmasi bahwa alas kaki yang ia kenakan saat berada di area dalam masjid adalah kaus kaki hitam.

Narasi yang beredar di media sosial sebelumnya memicu perdebatan netizen karena dianggap melanggar kesucian tempat ibadah. Namun, verifikasi faktual menunjukkan tidak ada pelanggaran tata krama yang dilakukan oleh rombongan Kementerian Pariwisata selama berada di ikon wisata religi Sumatera Barat tersebut.

"Ibu Menteri beserta seluruh jajaran telah menjalankan tata krama yang sesuai. Perlu kami luruskan kembali bahwa tidak ada penggunaan sepatu di dalam masjid," tegas Nolly kembali.

Pemprov Sumbar Imbau Warga Waspada Informasi Hoaks

Pemerintah daerah menyayangkan cepatnya penyebaran informasi yang tidak terverifikasi di ruang publik. Menurut Nolly, penyebaran hoaks dan fitnah tidak hanya menyesatkan, tetapi juga memiliki dampak serius terhadap kondusivitas masyarakat.

"Perbedaan persepsi mungkin saja terjadi, namun menyebarkan informasi yang tidak benar dan menggiring opini ke arah negatif tentu bukan hal yang bijak, apalagi jika berpotensi menimbulkan perpecahan," katanya.

Pemprov Sumbar mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Publik diminta mengedepankan verifikasi serta mengutamakan fakta di atas asumsi yang dibangun dari potongan video pendek tanpa konteks utuh.

Saat ini, agenda kunjungan kerja Menpar di Sumatera Barat tetap berjalan sesuai jadwal. Pemerintah daerah berharap klarifikasi ini dapat menghentikan spekulasi liar yang berkembang di jagat maya terkait insiden tersebut.

Reporter: Redaksi
Back to top