Kementan Percepat Tanam 150 Hektare Sawah di Aceh Timur Pasca-Banjir

Penulis: Naldi Zulfahmi  •  Senin, 04 Mei 2026 | 09:13:22 WIB
Brigade Pangan Semangat Muda mulai percepatan tanam padi di 150 hektare lahan terdampak banjir Aceh Timur.

Kementerian Pertanian melalui Brigade Pangan Semangat Muda memulai percepatan tanam padi pada 150 hektare lahan terdampak banjir di Aceh Timur, Jumat (1/5). Langkah taktis ini diambil untuk memulihkan produktivitas lahan pascabencana guna menjaga stabilitas pasokan beras daerah. Inisiatif tersebut merupakan respons cepat kementerian dalam mengamankan target swasembada pangan nasional.

Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat memulihkan sektor agraris di Provinsi Aceh yang sempat lumpuh akibat bencana banjir dan tanah longsor. Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), pemerintah menerjunkan generasi muda yang tergabung dalam Brigade Pangan untuk menggarap kembali lahan-lahan produktif. Fokus utama saat ini tertuju pada Desa Tanjung Tualang, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menegaskan bahwa percepatan tanam di wilayah terdampak bencana merupakan prioritas untuk menjamin kesejahteraan petani. Menurutnya, lahan yang sempat terendam tidak boleh dibiarkan tidak produktif dalam waktu lama. "Jangan biarkan lahan tidur setelah bencana. Kita harus bergerak cepat melakukan percepatan tanam agar produksi tetap terjaga dan kesejahteraan petani tidak terganggu," tegas Amran dalam pernyataan resminya.

Kinerja dan Angka Kunci

  • Luas Lahan Pemulihan: Kurang lebih 150 hektare lahan terdampak banjir di Aceh Timur kini mulai ditanami kembali.
  • Target Produktivitas: Rata-rata capaian produksi padi di wilayah Aceh Timur dipatok sebesar 6,5 ton per hektare.
  • Skala Prioritas: Kabupaten Aceh Timur diposisikan sebagai salah satu sentra produksi padi utama yang menopang ketahanan pangan di Provinsi Aceh.

Optimalisasi Brigade Pangan dan Swasembada

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menjelaskan bahwa pelibatan Brigade Pangan Semangat Muda merupakan bagian dari transformasi manajemen pertanian modern. Gerakan tanam serentak ini diharapkan mampu mengembalikan ritme produksi yang sempat terganggu bencana alam. Dengan pola tanam yang terorganisir, risiko kegagalan panen di masa mendatang diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, R. Hermawan, selaku penanggung jawab Brigade Pangan Provinsi Aceh, menyoroti signifikansi wilayah ini terhadap neraca pangan nasional. Aceh Timur memiliki peran krusial sebagai lumbung padi. "Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendorong peningkatan produksi sekaligus memperkuat kontribusi Aceh terhadap pencapaian swasembada pangan nasional," ungkap Hermawan.

Dampak ke Masyarakat dan Layanan Publik

Langkah pemulihan ini berdampak langsung pada kepastian pasokan beras bagi masyarakat di Aceh dan sekitarnya. Dengan kembalinya aktivitas di lahan seluas 150 hektare, stabilitas harga gabah di tingkat petani diharapkan tetap terjaga. Selain itu, keterlibatan aktif generasi muda dalam Brigade Pangan memberikan kepastian bagi keberlanjutan regenerasi petani di daerah.

Pemerintah optimistis sektor pertanian di Aceh Timur akan segera pulih sepenuhnya dan kembali menjadi pilar utama ketahanan pangan. Percepatan tanam ini juga menjadi sinyal positif bagi pelaku bisnis logistik pangan mengenai ketersediaan stok beras domestik dari wilayah ujung barat Indonesia.

Reporter: Naldi Zulfahmi
Back to top