John Tse Chun-chung resmi ditunjuk sebagai Direktur Departemen Layanan Informasi (ISD) Hong Kong dengan kontrak kerja selama tiga tahun. Mantan juru bicara kepolisian ini akan menerima gaji bulanan hingga Rp 600 juta dan bertanggung jawab penuh mengelola strategi komunikasi publik pemerintah.
Pemerintah Hong Kong menunjuk John Tse Chun-chung untuk memimpin Departemen Layanan Informasi (ISD). Penunjukan ini menandai babak baru dalam struktur komunikasi publik wilayah tersebut, mengingat Tse merupakan tokoh yang dikenal luas sejak periode ketegangan sosial tahun 2019. Ia dijadwalkan memulai tugas barunya pada Selasa (22/10) di bawah kontrak profesional berdurasi tiga tahun.
Sebelum menduduki posisi strategis ini, Tse menjabat sebagai koordinator informasi pemerintah sejak awal 2024. Kariernya di sektor publik dimulai saat ia bergabung dengan kepolisian pada 1999. Namanya mencuat ke publik saat menjabat sebagai Chief Superintendent, di mana ia menjadi wajah utama kepolisian dalam konferensi pers harian selama masa aksi protes besar-besaran lima tahun silam.
Penunjukan Tse dianggap sebagai langkah strategis pemerintah untuk memperkuat narasi publik dan manajemen krisis informasi. Pengalamannya di baris depan komunikasi kepolisian memberikan basis kuat dalam menangani isu-isu sensitif di level pemerintahan pusat. Berikut adalah poin penting dalam perjalanan karier dan posisi barunya:
Posisi Direktur ISD merupakan salah satu jabatan birokrasi dengan kompensasi tertinggi di Hong Kong. Berdasarkan data resmi, posisi ini menawarkan gaji bulanan di kisaran HK$ 287.990 hingga HK$ 296.535. Jika dikonversi ke mata uang lokal, angka tersebut setara dengan Rp 589 juta hingga Rp 607 juta per bulan (kurs Rp 2.050/HKD).
Langkah pengangkatan ini cukup unik karena pemerintah menerapkan sistem rekrutmen terbuka sejak Februari lalu. Sebelumnya, jabatan Direktur ISD biasanya diisi melalui jalur promosi internal pegawai negeri sipil. Selain ISD, posisi Direktur Kebersihan Makanan dan Lingkungan juga menjadi jabatan direktur tingkat atas pertama yang dibuka untuk pelamar eksternal maupun internal melalui seleksi kompetitif.
Tugas Tse di ISD tidaklah ringan. Ia harus mengelola mesin informasi pemerintah di tengah dinamika geopolitik dan perubahan konsumsi media masyarakat. Sebagai pimpinan ISD, ia akan membawahi ratusan staf yang bertugas memproduksi konten digital, siaran pers, hingga kampanye kebijakan pemerintah kepada audiens lokal maupun internasional.
Keputusan menggunakan tenaga profesional dengan latar belakang praktisi lapangan seperti Tse menunjukkan pergeseran gaya komunikasi Hong Kong. Pemerintah kini lebih memprioritaskan figur yang memiliki ketahanan tinggi dalam menghadapi tekanan media dan mampu merespons isu secara cepat di berbagai platform digital.
Langkah ini juga dipandang sebagai upaya standarisasi komunikasi lintas departemen agar lebih sinkron. Dengan pengalaman Tse di kepolisian dan koordinasi informasi pusat, sinkronisasi pesan antar lembaga diharapkan menjadi lebih efisien guna menjaga stabilitas persepsi publik di masa depan.