Hendri Arnis Jadikan Senken Pusat Oleh-oleh Terpadu di Kawasan PDIKM

Penulis: Hendra Safrizal  •  Senin, 04 Mei 2026 | 11:42:01 WIB
Wali Kota Hendri Arnis meninjau pengembangan Sentra Kuliner dan Kerajinan Senja Kenangan di kawasan PDIKM.

PADANG PANJANG — Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, meninjau langsung Sentra Kuliner dan Kerajinan Senja Kenangan (Senken) yang berlokasi di kawasan Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM), Minggu (3/5/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor UMKM melalui integrasi destinasi wisata budaya.

Senken diproyeksikan menjadi etalase utama produk unggulan masyarakat sekaligus pusat promosi oleh-oleh khas Kota Serambi Mekkah. Hendri menilai penggabungan fungsi pusat kerajinan dengan objek wisata PDIKM akan menciptakan daya tarik baru yang lebih kompetitif bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Integrasi Wisata Budaya dan Belanja Oleh-Oleh

Hendri Arnis menjelaskan bahwa optimalisasi Senken bertujuan memudahkan wisatawan mendapatkan produk lokal dalam satu kawasan terpadu. Konsep ini menggabungkan pengalaman edukasi budaya di PDIKM dengan kemudahan akses belanja bagi pengunjung yang datang ke Padang Panjang.

"Pengembangan Senken di kawasan PDIKM ini bertujuan menciptakan pusat oleh-oleh yang terintegrasi dengan destinasi wisata budaya. Dengan konsep ini, wisatawan tidak hanya menikmati kekayaan budaya Minangkabau, tetapi juga dapat dengan mudah memperoleh produk khas daerah dalam satu kawasan," ujar Hendri Arnis.

Pemerintah Kota Padang Panjang melihat adanya potensi besar jika kedua aset ini dikelola dalam satu manajemen kawasan yang saling mendukung. Wisatawan yang selesai berkeliling di museum PDIKM dapat langsung diarahkan menuju Senken untuk melihat ragam kerajinan dan mencicipi kuliner khas daerah.

Strategi Penguatan Daya Saing UMKM Lokal

Langkah integrasi ini diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung terhadap pelaku usaha kecil dan menengah. Pemerintah berkomitmen menjadikan Senken sebagai fasilitas yang representatif, nyaman, dan memiliki daya saing tinggi dibandingkan pusat belanja lainnya di Sumatera Barat.

Optimalisasi ini juga mencakup peningkatan kualitas penataan kawasan agar lebih tertata dan modern, namun tetap mempertahankan identitas lokal yang kuat. Sinergi antara sektor pariwisata dan UMKM dianggap sebagai kunci keberlanjutan ekonomi daerah di masa depan.

"Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi sektor UMKM dan pariwisata, sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan PDIKM sebagai destinasi yang lebih terpadu dan berkelanjutan," tambah Hendri.

Bagaimana Dampaknya Terhadap Kesejahteraan Warga?

Wali Kota berharap penataan ulang Senken dapat mendongkrak angka penjualan produk-produk kerajinan dan kuliner. Melalui promosi yang lebih terarah di titik wisata utama, jangkauan pasar UMKM lokal diyakini akan semakin luas dan memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan masyarakat.

Selain fokus pada penjualan, Pemerintah Kota Padang Panjang juga menekankan pentingnya menjaga kualitas produk yang dipasarkan di Senken. Hal ini dilakukan agar citra Padang Panjang sebagai kota wisata dan kuliner tetap terjaga di mata pengunjung.

Pemerintah Kota Padang Panjang akan terus memantau perkembangan penataan di kawasan PDIKM agar sinkronisasi antara objek wisata dan pusat UMKM berjalan sesuai rencana. Penataan ini diharapkan mampu menghadirkan wajah baru pariwisata kota yang lebih profesional dan ramah bagi pelaku usaha lokal.

Reporter: Hendra Safrizal
Back to top