PAINAN — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) resmi membuka pameran pendidikan dan perpustakaan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Acara yang dipusatkan di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel ini dibuka langsung oleh Bupati Hendrajoni.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bunda Literasi Pesisir Selatan Lisda Hendrajoni, Sekretaris Daerah Zainal Arifin, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Salim Muhaimin. Sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan organisasi wanita juga tampak hadir meninjau stan pameran.
Bupati Hendrajoni memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan acara ini. Menurutnya, pameran bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan wadah strategis untuk memetakan capaian dunia pendidikan di daerah.
“Pameran pendidikan ini menjadi ruang kolaborasi dan inspirasi bagi seluruh insan pendidikan. Ini bukti nyata inovasi dan kreativitas yang tumbuh di sekolah-sekolah kita,” ujar Hendrajoni saat memberikan sambutan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan, Salim Muhaimin menjelaskan bahwa pameran ini diikuti oleh perwakilan dari 15 kecamatan. Setiap stan menampilkan berbagai produk hasil kreativitas siswa dan tenaga pendidik.
Materi yang dipamerkan meliputi kerajinan tangan, keterampilan khusus, karya tulis guru, hingga pengembangan konsep pembelajaran terbaru. Salim menegaskan bahwa orientasi pendidikan saat ini harus menghasilkan produk nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa akhir dari sebuah proses pendidikan adalah produk yang bermanfaat. Inilah miniatur semangat Hardiknas yang kami tampilkan hari ini,” kata Salim.
Pameran ini juga menjadi instrumen evaluasi bagi program literasi daerah. Bunda Literasi Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni menyebut potensi anak-anak di Pessel terus berkembang pesat seiring dengan program pendidikan yang dijalankan pemerintah daerah.
“Ini adalah momentum untuk melihat apa yang telah kita capai dan apa yang akan kita lakukan ke depan. Potensi anak-anak kita luar biasa,” tutur Lisda saat meninjau stan inovasi sekolah.
Selain ajang unjuk karya, Salim Muhaimin menambahkan bahwa pameran ini merupakan pemicu untuk mempercepat visi daerah dalam menciptakan ekosistem pendidikan berbasis kearifan lokal. Fokus utamanya adalah penguatan program Nagari Pandai dan Nagari Mengaji.
“Momentum ini pemicu semangat kawan-kawan di lapangan untuk mewujudkan visi-misi daerah, khususnya pada program Nagari Pandai dan Nagari Mengaji,” pungkas Salim.