PADANG — Proyek hunian tetap (huntap) di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, kini memasuki fase krusial penguatan kapasitas tenaga kerja. Sebanyak 20 tukang pilihan menjalani pelatihan intensif selama lima hari pada 4–8 Mei 2026. Mereka digembleng menguasai teknik pemasangan Sepablock, material inovatif yang menuntut presisi tinggi.
Inisiatif ini merupakan bagian vital dari proyek huntap garapan Yayasan Buddha Tzu Chi di atas lahan bekas Bumi Perkemahan Pramuka. Kolaborasi bersama PT Semen Padang ini membekali tukang dengan keterampilan teknis mutakhir. Tujuannya agar konstruksi rumah rampung lebih cepat tanpa mengabaikan standar kekuatan struktur bangunan.
Sepablock memiliki karakteristik khusus yang menuntut ketelitian tinggi sejak tahap awal pemasangan. Meski bentuknya menyerupai bata merah, material ini membutuhkan akurasi posisi agar hasil akhirnya presisi. Para peserta merasakan langsung tantangan teknis ini saat praktik lapangan.
"Pemasangan Sepablock mirip bata merah, namun butuh ketelitian pada tahap awal agar presisi. Ini ilmu baru yang berharga bagi kami," tutur Arya Wiranata, salah satu peserta pelatihan.
Kepala Unit BIP & Aplikasi PT Semen Padang, Yelmi Arya Putra, menegaskan pemahaman karakteristik produk merupakan bekal wajib bagi pekerja. Tanpa teknik yang benar, keunggulan material inovatif ini mustahil teraplikasi optimal. Keterampilan tukang menentukan masa pakai dan keamanan bangunan.
Langkah strategis ini diambil untuk membangun ekosistem konstruksi yang didukung tenaga kerja kompeten. PT Semen Padang tidak sekadar menjual produk, melainkan mengawal kualitas hunian bagi masyarakat. Perusahaan ingin memastikan inovasi material sejalan dengan kesiapan eksekutor di lapangan.
"Kami ingin inovasi produk diimbangi kesiapan tenaga kerja kompeten. Dengan begitu, kebutuhan hunian berkualitas berbasis Sepablock terpenuhi lebih luas," ujar Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, Senin (4/5/2026).
Staf Program Pendanaan UMK Unit CSR PT Semen Padang, Yulhelmus, menjelaskan kurikulum pelatihan mencakup pengenalan produk hingga teknik pemasangan detail. Program ini bertujuan menciptakan standar kompetensi seragam bagi seluruh pekerja konstruksi.
"Pelatihan ini kami rancang agar tukang memiliki standar kompetensi, sehingga mampu menghasilkan bangunan kokoh, efisien, dan berkelanjutan," kata Yulhelmus.
Program Corporate Social Responsibility (CSR) ini turut menyasar peningkatan nilai ekonomi keluarga peserta. Keterampilan baru menguasai Sepablock membuka peluang kerja lebih luas bagi para tukang di masa depan. Sertifikasi informal ini menjadi modal daya saing mereka di industri konstruksi.
Perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi, Kahar, mengapresiasi dukungan teknis dari produsen semen tertua di Indonesia tersebut. Keberadaan tenaga kerja terlatih mempercepat jadwal pembangunan tanpa mengorbankan kualitas.
"Pelatihan ini membantu kami memastikan pembangunan huntap berjalan lebih cepat dengan kualitas terjaga," ungkap Kahar.
Melalui penguasaan teknologi terbaru, para tukang di Koto Tangah kini memiliki daya saing lebih tinggi. Sinergi lintas sektor ini menjadi model pengembangan hunian tangguh bencana yang efisien di wilayah Sumatera Barat.