Pasar mobil diesel bekas mengalami kelesuan imbas lonjakan harga BBM solar non-subsidi yang menyentuh angka Rp 23.600 per liter. Kondisi ini memicu penurunan permintaan di tingkat diler hingga mengakibatkan koreksi harga jual unit yang cukup signifikan.
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) diesel nonsubsidi mulai memberikan dampak nyata terhadap ekosistem diler mobil bekas. Tingginya biaya operasional kendaraan bermesin peminum solar tersebut membuat calon konsumen mulai beralih dan meninggalkan unit diesel.
Pendiri sekaligus CEO Otospector dan diler mobil bekas Otos.id, Jeffrey Andika, mengungkapkan bahwa tren penurunan permintaan ini sudah sangat terasa di lapangan. Fenomena tersebut dilaporkan langsung oleh berbagai showroom rekanan yang mulai mengeluhkan sepinya peminat.
"Kalau soal mobil diesel, info dari showroom rekanan yang pasti permintaan menurun mengakibatkan harga mobilnya anjlok," ujar Jeffrey kepada CNBC Indonesia, Jumat (8/5/2026).
Lonjakan harga BBM diesel menjadi pemicu utama perubahan peta kekuatan pasar mobil bekas. Saat ini, harga Dexlite telah menembus angka Rp 23.600 per liter, atau mengalami kenaikan sebesar Rp 9.400 jika dibandingkan dengan bulan lalu.
Pertamina Dex juga mencatatkan angka yang tidak kalah tinggi, yakni mencapai Rp 23.900 per liter. Padahal, pada Maret kemarin, harga bahan bakar jenis ini masih berada di level Rp 14.500 per liter di SPBU Pertamina.
Selain Pertamina, penyedia BBM lain seperti BP Indonesia mematok harga BP Ultimate Diesel di angka Rp 29.890 per liter. Sementara itu, VIVO membanderol produk Diesel Primus mereka dengan harga Rp 30.890 per liter.
Selama bertahun-tahun, efisiensi bahan bakar menjadi alasan terkuat konsumen di Indonesia dalam memilih kendaraan bermesin diesel. Namun, dengan selisih harga solar yang kini melambung tinggi, nilai ekonomis tersebut dinilai telah hilang.
"Selama ini konsumen kan beli mobil diesel supaya irit. Kalau harga solar jadi tinggi begitu jadi nggak ada gunanya beli mobil diesel," sebut Jeffrey menjelaskan pergeseran logika konsumen saat ini.
Meskipun besaran pasti penurunan harga unit belum bisa dikuantifikasi secara mendalam, lesunya pasar sudah menjadi konsumsi harian para pelaku usaha. Jeffrey menyebutkan bahwa angka pasti mengenai koreksi harga masih dalam tahap pengecekan dengan diler-diler rekanan.
"Angka itu saya masih mengecek dengan showroom rekanan. Tapi udah banyak yang bilang begitu," tambahnya mengenai situasi pasar yang mulai terdampak kenaikan biaya operasional kendaraan tersebut.
Berdasarkan data terbaru, harga Dexlite kini mencapai Rp 23.600 per liter, sedangkan Pertamina Dex berada di angka Rp 23.900 per liter.
Penurunan permintaan disebabkan oleh kenaikan harga BBM diesel nonsubsidi yang signifikan, sehingga nilai efisiensi yang selama ini menjadi alasan utama konsumen membeli mobil diesel dianggap sudah tidak ada lagi.
Ya, kenaikan terjadi pada seluruh operator. Selain Pertamina, BP Ultimate Diesel kini dijual seharga Rp 29.890 per liter dan Diesel Primus milik VIVO dibanderol Rp 30.890 per liter.