LUBUK BASUNG — Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra mengalami pertarungan jarak dekat dengan harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) di Nagari Matua Hilia, Kecamatan Matur, Selasa (5/5) sore. Peristiwa itu berlangsung sekitar satu menit setelah Ade mendekati satwa yang mengikuti warga yang membawa kerbau pulang dari kebun.
"Saya melihat harimau mengikuti warga membawa kerbau. Melihat ada harimau, saya langsung mendekati dan harimau menyerang, sehingga saya berguling-guling dengan harimau," kata Ade. Ia menambahkan, harimau tidak menggigit atau melukai dirinya meskipun perlawanan satwa itu cukup agresif.
Konflik bermula Sabtu (2/5) sekitar pukul 10.00 WIB, ketika pasangan suami istri Samsuir (74) dan Syafmiati (57) didatangi seekor harimau di kebun mereka di Taruyan, Nagari Tigo Balai. Keduanya berlindung di dalam pondok selama 15 menit hingga harimau pergi.
"Saya gemetaran, karena tidak pernah bertemu harimau di kebun yang diolah selama 15 tahun. Harimau tidak menyerang dan hanya mendekati saya," kata Syafmiati. Ponakan mereka, Pendi (40), kemudian melaporkan keberadaan harimau kepada petugas setelah melihat satwa itu dari jarak 30 meter.
Petugas BKSDA bersama Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, dan Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) mengevakuasi pasangan lansia itu ke rumahnya yang berjarak satu kilometer dari kebun. BKSDA Sumbar kemudian memasang kamera jebak dan kandang jebak di Taruyan pada Minggu (3/5), namun harimau tidak muncul dan bergeser lima kilometer ke Nagari Matua Hilia.
Saat menelusuri jalan perkebunan di Taruyan, lima petugas BKSDA, Tim Pagari, dan wartawan Antara Sumbar dihadapkan pada momen mencekam. Seekor harimau betina tiba-tiba berdiri di jalan selebar satu meter yang baru mereka lewati.
"Bang itu harimau di jalan yang dilewati sebelumnya sedang berdiri melihat ke arah kita," kata anggota Pagari Baringin Adeka. Ade Putra kemudian mendekati harimau dari jarak 10 meter dan mencoba berkomunikasi dengan satwa tersebut.
"Kamu sakit, kalau iya tolong gelengkan kepala dan bakal kami evakuasi untuk diobat," kata Ade. Harimau merespon dengan menggerakkan kepala seolah menjawab pertanyaan petugas. Satwa itu bertahan di jalan selama 30 menit dalam kondisi terlihat sakit, lalu masuk ke semak-semak setelah diusir dengan bunyi-bunyian.
Selasa siang, petugas mendapat laporan bahwa sekelompok warga Matua Katiak didekati seekor harimau saat berada di sawah. Sesampai di lokasi, petugas menemukan anak harimau berusia sekitar satu tahun bersembunyi di pohon pisang pinggir sawah. Satwa itu menghindar ke semak-semak, lalu muncul kembali di perkebunan cabai warga sejauh 50 meter.
Menjelang Magrib, harimau yang sama mengikuti warga yang membawa kerbau pulang ke rumah. Ade Putra yang menuju lokasi bertemu langsung dengan harimau tersebut, yang kemudian menyerangnya. BKSDA Sumbar terus memantau pergerakan satwa dan mengimbau warga tidak beraktivitas sendirian di kebun saat senja.