SUMATERA BARAT — Kinerja SeaBank di awal tahun ini menjadi salah satu yang tertinggi di antara bank digital di Indonesia. Total aset bank milik perusahaan teknologi asal Singapura, Sea Limited, itu melonjak 33% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp49,7 triliun per Maret 2026, dibandingkan Rp37,4 triliun pada kuartal I 2025.
Penyaluran kredit SeaBank mencapai Rp34,80 triliun hingga Maret 2026, naik 40,83% dari Rp24,71 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Ekspansi ini difokuskan pada segmen retail individual melalui dua jalur utama: produk direct lending dan kerja sama strategis dengan perusahaan multifinance serta mitra lending partner.
Meski agresif menyalurkan kredit, rasio kredit bermasalah bruto (Non-Performing Loan Gross/NPL Gross) SeaBank tercatat hanya 1,56%. Angka ini masih jauh di bawah threshold 5% yang ditetapkan regulator, menunjukkan bahwa manajemen risiko berjalan ketat di tengak pertumbuhan.
Dari sisi pendanaan, SeaBank membukukan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp39,1 triliun, tumbuh 44,58% dibandingkan Rp27 triliun pada kuartal I 2025. Komposisi dana murah (Current Account Saving Account/CASA) mendominasi dengan porsi 69,10% dari total DPK, menjadi indikator efisiensi biaya dana yang kuat.
Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) bank digital ini berada di level 21,88%, jauh di atas ketentuan minimum OJK yang sebesar 12-14%. Modal yang solid ini menjadi bantalan untuk mendukung rencana ekspansi jangka panjang SeaBank.
Direktur Utama SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley menyatakan bahwa capaian laba kuartal I 2026 menjadi bukti ketangguhan model bisnis bank digital. "Kami akan terus menjaga momentum ini dengan menghadirkan teknologi layanan keuangan, demi menciptakan akses yang lebih luas bagi setiap lapisan masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (21/5).
"Kinerja SeaBank di awal 2026 adalah bukti nyata bahwa bank digital dapat tumbuh pesat sekaligus tetap pruden. Setiap angka dalam laporan keuangan ini merepresentasikan kepercayaan nasabah yang kami jaga, komitmen yang kami penuhi, dan nilai yang terus kami ciptakan bersama," pungkas Sasmaya.
Pertumbuhan laba SeaBank ini sejalan dengan tren ekspansi bank digital di Indonesia yang mulai menunjukkan profitabilitas setelah beberapa tahun fokus pada akuisisi nasabah. Dengan basis nasabah yang terus bertambah dan biaya dana yang rendah, SeaBank berpotensi melanjutkan tren pertumbuhan laba dua digit hingga akhir 2026.