PADANG — Pemadaman listrik skala besar yang melanda hampir seluruh wilayah Sumatera Barat sejak Senin (14/4) pagi membuat warga kelimpungan. Aktivitas sehari-hari mulai dari memasak, bekerja dari rumah, hingga mengisi daya perangkat elektronik terhenti total. Banyak warga terpaksa mengandalkan genset pribadi atau lampu darurat untuk menerangi rumah mereka.
Salah satu sektor yang paling terasa dampaknya adalah transportasi umum. Sejumlah pengemudi angkutan kota di Padang mengaku tidak bisa beroperasi karena lampu lalu lintas mati total di beberapa persimpangan utama. Kondisi ini memicu kemacetan panjang di titik-titik seperti Simpang Haru dan Jalan Khatib Sulaiman.
"Saya berhenti dari jam 8 pagi karena lampu merah mati. Takut nabrak, macetnya parah," ujar seorang pengemudi angkot di kawasan Pasar Raya Padang kepada awak media.
Tidak hanya transportasi, pemadaman listrik juga menghentikan operasional perkantoran pemerintah dan swasta. Sejumlah kantor di pusat kota Padang terpaksa meliburkan karyawan lebih awal karena tidak ada pasokan listrik untuk komputer dan pendingin ruangan. Sementara itu, warung kopi dan rumah makan kecil di pinggir jalan kehilangan pendapatan harian mereka.
"Biasanya ramai pembeli dari jam 7 pagi, hari ini sepi karena orang pada di rumah. Es batu sudah cair semua," keluh seorang pemilik warung nasi di kawasan Lubuk Begalung.
Pihak PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Barat membenarkan bahwa penyebab utama pemadaman massal ini adalah gangguan pada jaringan transmisi tegangan tinggi. Gangguan tersebut menyebabkan suplai listrik dari pembangkit utama ke gardu induk terputus secara otomatis.
"Kami sedang melakukan perbaikan di titik gangguan. Proses normalisasi bertahap sudah dimulai sejak siang hari," kata juru bicara PLN setempat dalam keterangan resmi.
Hingga Senin sore, sejumlah wilayah di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman mulai menyala secara bertahap. Namun, PLN belum bisa memastikan kapan seluruh wilayah Sumatera Barat akan pulih sepenuhnya. Warga diminta bersabar dan tetap waspada terhadap potensi kabel putus selama proses perbaikan.
PLN mengimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas berbahaya seperti menyambung listrik secara ilegal atau menggunakan lilin di dekat bahan mudah terbakar. Pastikan perangkat elektronik dicabut dari stop kontak untuk menghindari kerusakan saat listrik kembali menyala secara tiba-tiba.
PLN menyatakan bahwa tim teknis masih melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan gangguan serupa tidak terulang. Masyarakat diimbau memantau informasi resmi melalui akun media sosial PLN atau menghubungi call center 123 jika menemukan kabel listrik putus di lingkungan mereka.