PAYAKUMBUH — Ribuan warga memadati halaman Balai Kota Payakumbuh untuk melaksanakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah pada Rabu (27/06/2026). Momen ini sekaligus menandai puncak tradisi berkurban yang tahun ini mencapai angka tertinggi dengan total 1.791 ekor hewan kurban.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh Hendri Yazid merinci jumlah tersebut terdiri dari 24 ekor kerbau, 1.536 ekor sapi, dan 231 ekor kambing. Menurutnya, angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan tingginya semangat berbagi dan kedermawanan masyarakat.
“Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi menjadi cerminan tingginya semangat berbagi dan kedermawanan masyarakat untuk membantu sesama,” kata Hendri.
Pada Idul Adha tahun ini, Kota Payakumbuh menerima bantuan satu ekor sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto. Sapi berbobot sekitar 1,1 ton itu akan disembelih di Masjid Al Mutawahidah Talawi, Kelurahan Ompang Tanah Sirah.
“Sapi tersebut akan kita sembelih di Masjid Al Mutawahidah Talawi, Kelurahan Ompang Tanah Sirah, lalu dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ucap Wali Kota Zulmaeta.
Wali Kota Zulmaeta menekankan bahwa ibadah kurban tidak hanya memiliki dimensi ritual keagamaan, tetapi juga menjadi bentuk nyata ibadah sosial. Ia menilai nilai kepedulian dan semangat berbagi harus terus ditumbuhkan, terutama bagi warga yang masih menghadapi kesulitan ekonomi.
“Ketika kita menyembelih hewan kurban, di saat itu juga kita menghilangkan sifat kebinatangan yang ada pada diri kita,” katanya dalam sambutan usai salat Id.
Dalam kesempatan yang sama, Zulmaeta juga mengajak masyarakat mendoakan 176 jamaah haji asal Payakumbuh yang tengah menjalani rangkaian puncak ibadah haji di Tanah Suci. “Kita doakan seluruh jamaah haji Kota Payakumbuh memperoleh haji yang mabrur, diberikan kesehatan dan keselamatan hingga kembali ke kampung halaman,” ujarnya.
Kepala Kemenag Payakumbuh Hendri Yazid mengimbau seluruh panitia kurban di tingkat masjid dan mushala untuk menjaga kebersihan lingkungan. Ia juga memastikan distribusi daging kurban berjalan merata dan tepat sasaran. “Kami berharap kebahagiaan Idul Adha dapat dirasakan seluruh masyarakat di setiap sudut Kota Payakumbuh,” pungkasnya.
Menurut Hendri Yazid, tingginya jumlah hewan kurman menjadi indikator kuatnya semangat gotong royong dan solidaritas sosial masyarakat Payakumbuh. Hal ini terjadi di tengah tantangan ekonomi yang masih dihadapi sebagian warga, menunjukkan bahwa tradisi berbagi tetap terjaga.
Pelaksanaan Salat Idul Adha turut dihadiri Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirman Putra, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Rida Ananda, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Payakumbuh.