SUMATERA BARAT — Keputusan ini diumumkan Nova di sela-sela aktivitas tim di Yogyakarta, Kamis (28/5/2026). Regulasi turnamen yang hanya mengizinkan 23 pemain terdaftar memaksa pelatih melakukan perampingan skuad setelah melalui evaluasi mendalam.
"Saat ini sudah ada tiga nama yang harus keluar dari skuad, yakni Fahri, Igor, dan Aliano. Hal ini berarti jumlah pemain diaspora yang masih bergabung kini tersisa enam orang," ujar Nova Arianto.
Pencoretan Igor Arungbumi Sanders menjadi kejutan tersendiri. Sebelumnya, Nova memboyong sembilan pemain keturunan ke pemusatan latihan. Dengan keluarnya Igor, enam pemain diaspora lainnya masih bertahan dan akan dibawa ke Medan, Sumatra Utara, yang menjadi tuan rumah Piala AFF U-19.
Nova menegaskan bahwa seleksi berjalan sangat ketat. Keputusan akhir diambil berdasarkan kebutuhan teknis tim, bukan sekadar latar belakang pemain.
Selama menjalani training camp di Yogyakarta, Garuda Muda melakoni dua laga uji coba. Lawan yang dihadapi adalah Persebi Boyolali (Liga 4) dan Persak Kebumen. Dua pertandingan itu menjadi parameter bagi Nova untuk menilai pemahaman taktik para pemain.
"Saya sangat bersyukur melihat progres para pemain, mereka menunjukkan dedikasi luar biasa selama proses latihan dan uji coba. Kami telah melakukan pematangan taktik secara mendalam sebagai persiapan akhir menuju Piala AFF U-19," ungkap Nova.
Meski kerangka tim sudah terbentuk, Nova belum memastikan susunan pemain utama. Tim pelatih masih terus memantau kondisi fisik dan mental pemain hingga jelang laga perdana.
"Kami sudah memetakan siapa yang akan masuk ke susunan pemain utama dan siapa yang akan menjadi cadangan atau pengganti. Namun, hal itu masih fleksibel tergantung pada pemantauan kondisi terakhir para pemain di lapangan," tambahnya.
Bertindak sebagai tuan rumah, Indonesia tergabung di Grup A bersama Myanmar, Timor Leste, dan Vietnam. Seluruh pertandingan fase grup akan berlangsung di Stadion Utama Sumatra Utara, Medan, pada malam hari.
Laga pembuka melawan Myanmar diprediksi berjalan sengit. Kombinasi talenta lokal dan enam pemain diaspora diharapkan menjadi senjata utama Garuda Muda untuk merebut trofi di hadapan publik sendiri.