PADANG — Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat angkat bicara menanggapi pernyataan kontroversial pegiat media sosial Permadi Arya, yang akrab disapa Abu Janda. Dalam unggahannya, Abu Janda menyebut daerah Sumatera Barat sebagai barbar, sebuah pernyataan yang langsung menuai kecaman dari berbagai kalangan masyarakat Minang.
Ketua Umum LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar, mengimbau agar seluruh warga Minang tidak terpancing dan tidak terprovokasi oleh pernyataan Abu Janda. Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak mencerminkan realitas dan nilai-nilai luhur budaya Minangkabau yang dikenal santun dan beradab.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing. Jangan sampai pernyataan seseorang yang tidak bertanggung jawab ini memicu perpecahan atau tindakan yang merugikan,” ujar Fauzi Bahar dalam keterangan resminya, Senin lalu.
Pernyataan Abu Janda yang menyebut Sumatera Barat sebagai barbar dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap martabat dan identitas masyarakat Minang. Sejumlah tokoh adat dan pemuda sebelumnya telah menyuarakan kekecewaan dan menuntut permintaan maaf secara terbuka.
LKAAM menilai bahwa pernyataan semacam itu tidak hanya mencederai rasa hormat antardaerah, tetapi juga berpotensi memicu gesekan di dunia maya maupun di lapangan. Oleh karena itu, imbauan untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi menjadi prioritas utama.
Meski mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing, LKAAM tidak menutup kemungkinan untuk menempuh jalur hukum. Fauzi Bahar menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengkaji apakah pernyataan Abu Janda memenuhi unsur pidana.
“Kami serahkan kepada proses hukum. Yang jelas, kami tidak ingin masyarakat main hakim sendiri. Biarkan aparat yang menindaklanjuti,” tambahnya.
Pernyataan Abu Janda telah memicu gelombang protes di media sosial, dengan tagar #SumbarBukanBarbar sempat menjadi trending topic. Namun, LKAAM berharap agar energi masyarakat dialihkan pada hal-hal yang lebih produktif, seperti memperkuat persatuan dan menjaga kearifan lokal Minangkabau.
Hingga berita ini diturunkan, Abu Janda belum memberikan klarifikasi resmi terkait pernyataannya. Sementara itu, situasi di Sumatera Barat terpantau kondusif, dengan aparat kepolisian setempat terus memantau perkembangan di lapangan.