SUMATERA BARAT — Dua pekan sebelum kick-off Piala Dunia 2026, Kanada resmi merilis skuad final mereka. Pelatih Jesse Marsch memilih 26 pemain yang akan membela The Canucks di turnamen yang digelar di tiga negara—Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko.
Kanada tergabung di Grup B bersama Bosnia dan Herzegovina, Qatar, serta Swiss. Laga pembuka mereka dijadwalkan 13 Juni 2026 di Toronto, sebelum dua pertandingan berikutnya digelar di Vancouver.
Keputusan Marsch memasukkan nama Alphonso Davies ke skuad final bukan tanpa risiko. Bek kiri Bayern Munchen berusia 25 tahun itu masih dalam tahap pemulihan cedera hamstring dan diperkirakan belum siap tampil pada laga perdana melawan Bosnia dan Herzegovina.
Namun, pengalaman Davies sebagai kapten dan simbol kebangkitan sepak bola Kanada membuatnya terlalu berharga untuk ditinggalkan. Kemampuannya bermain di berbagai posisi diharapkan menjadi senjata tambahan di fase krusial turnamen.
Di lini belakang, Davies akan ditemani Alistair Johnston, Derek Cornelius, Ritchie Laryea, dan Moise Bombito. Kombinasi ini diharapkan memberi keseimbangan antara agresivitas dan soliditas.
Jika Davies memimpin dari belakang, Jonathan David menjadi tumpuan utama di sektor serang. Penyerang Juventus itu kembali dipercaya sebagai ujung tombak setelah konsisten produktif dalam beberapa musim terakhir.
Marsch juga membawa tiga penyerang lain untuk menambah variasi: Cyle Larin, Tani Oluwaseyi, dan Promise David. Kehadiran mereka menjadi opsi penting menghadapi padatnya jadwal fase grup yang menuntut rotasi pemain.
Sebagai tuan rumah, Kanada memikul tekanan besar dari publiknya sendiri. Setelah debut di Piala Dunia 2022, mereka datang dengan skuad yang lebih matang dan pengalaman internasional yang lebih kuat.
Skuad kali ini dinilai sebagai generasi terbaik dalam sejarah sepak bola Kanada. Kombinasi pemain berpengalaman di Eropa dan talenta muda diharapkan mampu membawa Kanada melaju lebih jauh dari sekadar partisipasi perdana mereka empat tahun lalu.