Punya Rp100 Ribu Sudah Bisa Beli Saham Google? Ini 7 Aplikasi Andalan untuk Pemula di 2026

Penulis: Zulkifli Arief  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 20:19:01 WIB
Aplikasi investasi saham kini memungkinkan pembelian saham Google dengan modal mulai Rp100 ribu.

SUMATERA BARAT — Jakarta – Dunia investasi ritel di Indonesia sedang bergeser. Jika dulu membeli saham perusahaan raksasa seperti Google atau Tesla terasa mustahil bagi kantong kelas menengah, kini tidak lagi. Sejumlah aplikasi investasi saham terbaru menawarkan akses ke bursa Amerika Serikat (NYSE dan Nasdaq) hanya dengan modal puluhan ribu rupiah.

Fenomena ini didorong oleh dua hal: literasi digital yang meningkat dan persaingan ketat antar platform efek. Tahun 2026 diprediksi menjadi tahun keemasan bagi investor pemula, dengan hadirnya fitur-fitur canggih seperti trading otomatis hingga simulasi tanpa risiko. Berikut tujuh aplikasi yang paling banyak direkomendasikan oleh pengguna dan analis pasar.

Stockbit: Bursa Komunitas untuk Belajar Sambil Transaksi

Stockbit bukan sekadar aplikasi jual-beli saham. Platform ini memiliki komunitas investor paling aktif di Indonesia, tempat para trader dan investor jangka panjang berdiskusi soal pergerakan harga emiten. Pengguna bisa saling bertukar analisis, membaca opini investor lain, dan mengikuti diskusi berdasarkan kode saham tertentu.

Fitur unggulannya adalah integrasi perdagangan langsung dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, pengguna tidak perlu berpindah aplikasi untuk bertransaksi. Bagi pemula, tersedia pula paper trading alias simulasi perdagangan menggunakan dana virtual, sehingga bisa berlatih tanpa risiko kehilangan uang sungguhan. Laporan keuangan emiten dan data historis saham juga tersaji lengkap untuk analisis fundamental.

Reku: Gerbang ke Pasar Global dan Aset Digital

Bagi yang ingin mendiversifikasi portofolio ke luar negeri, Reku menjadi primadona. Aplikasi ini menyediakan akses ke ratusan saham dan ETF dari bursa Amerika Serikat, termasuk perusahaan teknologi, otomotif, hingga energi raksasa dunia. Investasi bisa dimulai dengan nominal kecil, dengan biaya transaksi yang rendah dan tanpa biaya tersembunyi.

Jam perdagangan yang panjang memberikan keleluasaan bagi investor di Indonesia yang memiliki perbedaan zona waktu. Tak hanya saham global, Reku juga menawarkan aset kripto dan derivatif dengan tingkat leverage yang bisa disesuaikan. Fitur paket investasi terkurasi berdasarkan profil risiko membantu pemula yang bingung memilih aset. Semua layanan ini berada di bawah pengawasan regulator resmi, memberikan lapisan keamanan ekstra bagi pengguna.

IPOT: Trading Otomatis untuk Si Pencinta Analisis Teknikal

Dikembangkan oleh Indo Premier Sekuritas, IPOT menawarkan fitur yang jarang dimiliki kompetitor: sistem trading otomatis. Pengguna bisa mengatur strategi tertentu, dan aplikasi akan mengeksekusi transaksi secara otomatis saat kondisi pasar sesuai. Fitur grafiknya dilengkapi berbagai indikator teknikal untuk analisis pergerakan harga yang detail.

Selain saham, platform ini juga mendukung transaksi ETF dan reksa dana dalam satu sistem terpadu. IPOT telah terdaftar di OJK dan BEI, sehingga legalitasnya terjamin. Pengguna juga bisa mengakses laporan riset pasar dan notifikasi real-time untuk mengambil keputusan lebih cepat.

Memilih aplikasi saham bukan sekadar soal biaya murah, melainkan juga fitur yang sesuai dengan gaya investasi. Pemula yang ingin belajar komunitas bisa memilih Stockbit, sementara yang mengincar pasar global cocok dengan Reku. Untuk investor yang lebih teknis dan menyukai otomatisasi, IPOT layak dipertimbangkan. Pastikan selalu memeriksa izin resmi platform sebelum menyetorkan dana.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: mawar#4172 This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top