WTP ke-11 Berturut-turut, Pemkot Sawahlunto Buktikan Konsistensi Tata Kelola Keuangan Daerah

Penulis: Teuku Fahreza  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 00:09:01 WIB
Pemerintah Kota Sawahlunto meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 11 tahun berturut-turut.

SAWAHLUNTO — Prestasi mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 11 tahun berturut-turut bukanlah perkara mudah. Di tengah dinamika perubahan regulasi dan tekanan fiskal, Pemerintah Kota Sawahlunto dinilai mampu menjaga standar akuntabilitas yang ketat dalam setiap siklus anggaran.

Kunci di Balik 11 Tahun Opini WTP

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Pencapaian ini menjadi bukti nyata dari komitmen kuat seluruh jajaran aparatur Pemerintah Kota dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola keuangan yang bersih serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Senin lalu.

Menurut Riyanda, opini WTP bukanlah tujuan akhir. Ia justru melihatnya sebagai cerminan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan dari kas daerah telah melalui prosedur yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dampak Langsung bagi Pembangunan Kota

Lebih dari sekadar predikat, konsistensi ini berdampak langsung pada iklim pembangunan di Sawahlunto. Dengan pengelolaan keuangan yang bersih, pemerintah daerah memiliki ruang fiskal yang lebih sehat untuk mengalokasikan anggaran ke sektor prioritas seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

“Dengan bertahannya predikat WTP ini, Pemerintah Kota Sawahlunto berkomitmen untuk terus meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran daerah agar setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi pembangunan kota dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Riyanda.

Apa yang Membuat Sawahlunto Berbeda?

Jika dibandingkan dengan daerah lain di Sumatera Barat, Sawahlunto memang tergolong kecil dari segi luas wilayah dan jumlah penduduk. Namun, hal ini justru menjadi keunggulan dalam hal pengawasan. Struktur birokrasi yang lebih ramping memungkinkan koordinasi antar-OPD berjalan lebih cepat dan pengawasan anggaran lebih ketat.

Selain itu, budaya kerja yang dibangun sejak satu dekade lalu—yakni kebiasaan melaporkan setiap transaksi secara real-time dan tertib administrasi—telah menjadi rutinitas yang mengakar di kalangan aparatur sipil negara (ASN) setempat.

Tantangan ke Depan: Menjaga Momentum

Meski telah 11 kali berturut-turut meraih WTP, Riyanda mengingatkan jajarannya untuk tidak lengah. Pemeriksaan BPK setiap tahunnya selalu menghadirkan standar dan temuan baru yang harus diantisipasi. Oleh karena itu, evaluasi internal dan pembenahan sistem pengendalian internal terus dilakukan secara berkala.

“Prestasi ini tidak membuat kami berpuas diri, melainkan menjadi motivasi baru bagi seluruh pihak,” pungkasnya.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: posmetropadang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top