SUMATERA BARAT — Kawasaki akhirnya masuk ke segmen skutik entry level yang selama ini didominasi merek Jepang lainnya. Melalui ajang Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026, PT KMI memperkenalkan Brusky 125 secara resmi.
"Kawasaki Motor Indonesia sengaja menghadirkan Brusky 125 di pasar Indonesia untuk memperbanyak pilihan motor bagi konsumen Kawasaki di Indonesia," ujar Michael C Tanadi, Deputi Head Sales & Promotion PT KMI.
Brusky 125 bukanlah model yang dikembangkan dari nol. Skutik ini merupakan hasil kolaborasi Kawasaki dengan Modenas Malaysia, dan basisnya adalah Modenas Karisma 125S. Hubungan erat kedua pabrikan ini sudah berlangsung lama melalui kepemilikan saham dan kerja sama pengembangan produk di Asia Tenggara.
Secara tampilan, Kawasaki memberi Brusky 125 garis bodi yang tajam dan modern. Semua lampu sudah menggunakan teknologi LED, termasuk headlamp, sein, dan stoplamp. Panel instrumennya semi-digital, memadukan speedometer analog dengan layar kecil untuk informasi tambahan. Satu soket USB charger juga tersedia di bagian depan untuk mengisi daya gadget.
Jantung mekanis Brusky 125 adalah mesin 124,8 cc SOHC 2-klep berpendingin udara. Sistem injeksi bahan bakar sudah diterapkan untuk memenuhi standar emisi Euro 4.
Tenaga maksimal yang tercatat di atas kertas adalah 9,52 dk pada 7.500 rpm, dengan torsi puncak 10 Nm di 6.000 rpm. Tenaga disalurkan ke roda belakang melalui transmisi CVT, membuatnya praktis untuk penggunaan harian di perkotaan.
Sektor kaki-kaki menggunakan suspensi depan teleskopik dan suspensi belakang single shock absorber. Untuk pengereman, roda depan mengandalkan cakram berdiameter 220 mm, sementara roda belakang masih menggunakan rem tromol. Konfigurasi ini lazim ditemui di kelas skutik entry level.
Harga Rp 26,5 juta on the road Jakarta membuat Brusky 125 langsung bersaing dengan skutik 125 cc lainnya. Namun, konsumen harus bersabar. Motor ini baru akan mulai tersedia di jaringan dealer resmi Kawasaki pada September 2026.