SIMPANG EMPAT — Sekolah lansia di Pasaman Barat tidak sekadar tempat berkumpul. Materi yang diajarkan mencakup kesehatan, olahraga, dan ekonomi produktif. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPKBP3A) Pasaman Barat, Armen, mengatakan program ini dirancang untuk meningkatkan potensi dan peran lansia di tengah masyarakat.
Apa Saja yang Dipelajari di Sekolah Lansia?
Para peserta mendapat pelatihan yang mencakup tujuh dimensi lansia tangguh. Dimensi spiritual mendorong peningkatan ibadah. Dimensi sosial mengajak lansia aktif bersosialisasi, sementara dimensi emosional fokus pada menjaga keharmonisan keluarga.
Di sisi lain, dimensi fisik menekankan pola hidup sehat. Dimensi intelektual mengasah kemampuan berpikir. Ada pula dimensi profesional vokasional agar lansia tetap memiliki aktivitas produktif, serta dimensi lingkungan untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan aman.
Kapan dan di Mana Sekolah Ini Berjalan?
Tahap awal, sekolah lansia berlokasi di Paraman Ampalu, Nagari Rabi Jonggor, Kecamatan Gunung Tuleh. Pertemuan digelar sebanyak 12 kali dalam enam bulan, dengan durasi dua kali sebulan. Armen menyebut peserta diambil dari masyarakat di nagari setempat.
Harapan Pemerintah untuk Lansia Produktif
"Sekolah lansia ini kita hadirkan sebagai wadah pembelajaran bagi para lansia agar tetap sehat, mandiri, dan produktif," ujar Armen di Simpang Empat, Senin.
Dia berharap keberadaan sekolah ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga ruang interaksi sosial. Lansia diharapkan mampu menerapkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari dan tetap berdaya di usia senja.