UNP dan Pusdiklat PKU Muhammadiyah Jakarta Gelar Pelatihan BTCLS untuk 79 Tenaga Kesehatan, Tingkatkan Kompetensi Gawat Darurat

Penulis: Zulkifli Arief  •  Senin, 15 Juni 2026 | 20:35:01 WIB
tenaga kesehatan mengikuti pelatihan BTCLS di UNP untuk meningkatkan kompetensi kegawatdaruratan.

PADANG — Sebanyak 79 tenaga kesehatan dari lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP) dan sejumlah instansi afiliasi mengikuti Pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) yang digelar di UNP Hotel. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara UPT Diklat dan Sertifikasi UNP dengan Pusdiklat PKU Muhammadiyah Jakarta.

Pembukaan resmi dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang SDM dan Inovasi UNP, Prof. Dr. Ir. Anni Faridah, M.Si., mewakili Rektor UNP. Ia menekankan pentingnya pelatihan semacam ini untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia, baik internal kampus maupun masyarakat luas.

Dari Bantuan Hidup Dasar hingga Manajemen Pasien Gawat Darurat

Pelatihan BTCLS ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga keterampilan praktis. Materi yang diajarkan mencakup bantuan hidup dasar, penggunaan AED (Automated External Defibrillator), manajemen jalan napas, initial assessment trauma, penanganan syok, interpretasi EKG dan aritmia, hingga triase dan transportasi pasien gawat darurat.

Metode pembelajarannya memadukan sesi daring dan luring. Para peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test melalui Learning Management System (LMS), kemudian menjalani skill station dan ujian keterampilan secara langsung, serta post-test dan evaluasi di akhir sesi.

Kompetensi Bukan Sekadar Pengetahuan, Tapi Kecepatan dan Ketenangan

Kepala Pusdiklat PKU Muhammadiyah Jakarta, Ns. Dewi Adnan, M.Kep, Sp.KMB, menegaskan bahwa pelatihan ini memiliki arti penting karena kompetensi kegawatdaruratan tidak hanya membutuhkan pengetahuan. "Tetapi juga keterampilan, ketenangan, kecepatan mengambil keputusan, serta kemampuan bekerja dalam tim," ujarnya dalam sambutan.

Sementara itu, Kepala UPT Diklat dan Sertifikasi UNP, Dr. Zikri Alhadi, S.IP, M.A., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari pengembangan kompetensi profesional tenaga kesehatan. Ia menyebut kegiatan ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan terkait pelatihan terakreditasi, penerbitan e-sertifikat, dan perolehan Satuan Kredit Profesi (SKP).

Kolaborasi Berlanjut ke Pelatihan Manajemen Bencana dan Patient Safety

Kerja sama antara UNP dan Pusdiklat PKU Muhammadiyah Jakarta tidak berhenti di pelatihan BTCLS. Ke depan, kedua lembaga berencana mengembangkan berbagai bentuk pelatihan lanjutan, seperti kegawatdaruratan tingkat lanjut, patient safety, manajemen bencana bidang kesehatan, Training of Trainer (ToT), serta sertifikasi kompetensi tenaga kesehatan.

Rencana lainnya mencakup pengembangan kurikulum pelatihan yang berbasis kebutuhan lapangan. Hal ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan dan tuntutan dunia kerja di sektor kesehatan.

Melalui pelatihan ini, UNP menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan siap berkontribusi dalam pelayanan kesehatan serta keselamatan masyarakat.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: fajarsumbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top