Pencarian

Wali Kota Payakumbuh Luncurkan Gerakan Payakumbuh Resik dan Maskot Pemilah Sampah SI-Lah di Hari Lingkungan Hidup

Sabtu, 06 Juni 2026 • 11:12:31 WIB
Wali Kota Payakumbuh Luncurkan Gerakan Payakumbuh Resik dan Maskot Pemilah Sampah SI-Lah di Hari Lingkungan Hidup
Wali Kota Payakumbuh meluncurkan Gerakan Payakumbuh Resik dan maskot SI-Lah di Hari Lingkungan Hidup.

PAYAKUMBUH — Pemerintah Kota Payakumbuh tak hanya meluncurkan program lingkungan baru, tetapi juga menghadirkan maskot edukasi bernama SI-Lah (Siko Memilah) yang akan menjadi ikon kampanye pemilahan sampah. Maskot tersebut diperkenalkan bersamaan dengan Gerakan Payakumbuh Resik yang mencakup lima pilar: Responsif, Ekonomis, Sirkular, Inklusif, dan Kolaboratif.

Apa Saja Program dalam Gerakan Payakumbuh Resik?

Zulmaeta menjelaskan, gerakan ini mendorong warga membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Selain itu, masyarakat diminta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memperluas penanaman pohon, serta memperkuat penerapan ekonomi sirkular.

“Sebagai kota yang terus bertumbuh, kita harus menyadari bahwa kemajuan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan,” kata Zulmaeta dalam sambutannya.

Mengapa Maskot SI-Lah Diluncurkan?

SI-Lah merupakan akronim dari "Siko Memilah" dalam bahasa setempat. Maskot ini akan digunakan sebagai alat kampanye untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilah sampah dari sumbernya. Peluncuran maskot ini menjadi salah satu strategi agar pesan lingkungan lebih mudah diterima, terutama oleh anak-anak dan remaja.

Menurut Zulmaeta, nilai-nilai ekologis harus menjadi kebiasaan sehari-hari. “Mulai dari memilah sampah, mengurangi plastik sekali pakai, hingga menjaga ruang hijau di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Aksi Nyata: Tanam Pohon dan Gotong Royong di Batang Agam

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Payakumbuh juga diisi dengan aksi penanaman pohon di kawasan GOR Nan Ompek. Warga dan aparatur sipil negara bergotong royong membersihkan lingkungan di sepanjang Batang Agam. Pemerintah kota juga membagikan tas belanja ramah lingkungan kepada masyarakat di Pasar Ibuh.

Gerakan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI yang mendorong penguatan nilai ekologis dalam kehidupan sehari-hari. Zulmaeta menyebut dunia saat ini menghadapi tiga tantangan besar: perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan.

Respons Pemerintah terhadap Tantangan Iklim

Zulmaeta menegaskan bahwa masa depan iklim ditentukan oleh keputusan dan tindakan hari ini. “Kita tidak bisa lagi hanya berbicara tanpa aksi nyata,” katanya. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelajar, komunitas lingkungan, hingga dunia usaha, untuk bergerak bersama.

Apresiasi khusus disampaikan kepada petugas kebersihan dan aktivis lingkungan yang selama ini berperan aktif. “Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama,” ujar Zulmaeta.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Rida Ananda, serta perwakilan instansi dan komunitas lingkungan.

Bagikan
Sumber: beritamerdekaonline.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks