Cari Pelaut Andal, Pertamina Patra Niaga Uji 101 Kandidat di Lima Kota

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Senin, 15 Juni 2026 | 22:01:01 WIB
kandidat pelaut diuji kemampuan bahasa Inggris, psikotes, dan tes teknis di lima kota.

SUMATERA BARAT — Sebanyak 101 kandidat dari berbagai sekolah vokasi dan maritim harus melewati ujian bahasa Inggris, psikotes, hingga tes teknis perkapalan. Mereka berasal dari Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Politeknik Pelayaran Surabaya, dan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta.

Bukan Sekadar Pandai Berlayar

Menurut Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto, menjadi pelaut di armada energi nasional tidak cukup hanya menguasai teknis navigasi. Tantangannya jauh lebih kompleks.

"Menjadi pelaut di armada Pertamina bukan sekadar soal teknis berlayar, melainkan menghadapi tantangan nyata di lautan yang membutuhkan pengambilan keputusan cepat di bawah tekanan tinggi serta koordinasi lintas negara di jalur pelayaran internasional," ujar Arif dalam keterangan resmi, Senin (15/6/2026).

Ia menegaskan rangkaian seleksi ini bukan formalitas belaka, melainkan cerminan standar profesional pelaut yang sesungguhnya. Para kandidat diuji di Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.

Skrining Tiga Tahap: Bahasa, Otak, dan Mental

Proses seleksi dibagi dalam tiga kategori utama. Pertama, tes kemampuan bahasa Inggris berbasis TOEIC yang mengukur aspek listening dan reading. Kedua, psikotes untuk menilai kemampuan kognitif, sikap kerja, dan kepribadian peserta.

Ketiga, tes potensi akademik yang terdiri dari dua bagian. Bagian general mengukur penalaran, literasi bahasa, dan matematika. Sementara bagian teknis khusus menguji pengetahuan di bidang kelautan dan perkapalan, memastikan kandidat benar-benar siap menghadapi kerasnya profesi pelaut.

Menyiapkan Garda Terdepan Distribusi Energi

Langkah ini menjadi krusial mengingat armada kapal Pertamina Patra Niaga menjadi tulang punggung distribusi BBM dan LPG ke seluruh Indonesia. Tanpa awak kapal yang andal, rantai pasok energi nasional bisa terganggu.

Program beasiswa ini diharapkan tidak hanya menjaring talenta muda, tetapi juga memperkuat kemandirian sumber daya manusia maritim Indonesia. Dengan standar seleksi yang ketat, Pertamina Patra Niaga ingin memastikan setiap pelaut yang dikirim ke laut benar-benar siap secara teknis dan mental.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top