Peluncuran Fitbit Air menandai langkah baru Google setelah akuisisi Fitbit pada 2021 yang sempat memicu kontroversi. Kebijakan Google sebelumnya—menghapus fitur komunitas, menghentikan lini perangkat populer, dan menutup situs web Fitbit—sempat membuat banyak pengguna setia kecewa. Kini, kehadiran Fitbit Air yang terlihat seperti pesaing langsung Whoop ini memunculkan pertanyaan: apakah Fitbit benar-benar kembali?
Berbeda dengan smartwatch pada umumnya, Fitbit Air tidak memiliki layar. Semua data aktivitas, detak jantung, dan pola tidur hanya bisa dilihat melalui aplikasi Google Health di ponsel. Tidak ada notifikasi di pergelangan tangan, tidak ada tombol untuk memulai latihan, dan bahkan tidak bisa digunakan untuk sekadar melihat jam.
Bagi sebagian orang, ini justru menjadi nilai jual. "Cukup pasang gelang ini dan lupakan, biarkan ia melacak aktivitas secara diam-diam," tulis Google dalam materi promosi. Namun, bagi yang terbiasa dengan interaksi cepat di pergelangan tangan, ketiadaan layar bisa menjadi pemecah kesepakatan.
Satu-satunya interaksi fisik yang dimungkinkan adalah mengetuk dua kali untuk mematikan alarm pagi yang dikirimkan melalui getaran. Selebihnya, seluruh pengaturan dan pemantauan data bergantung pada aplikasi.
Harga 99 dolar AS mungkin terlihat murah, tapi biaya tersembunyi ada pada langganan Google Health Premium sebesar 9,99 dolar AS per bulan (atau 100 dolar AS per tahun). Paket ini membuka akses penuh ke AI coach, rencana kebugaran yang dipersonalisasi, serta analisis tren kesehatan seperti kualitas tidur.
Kabar baiknya, tanpa berlangganan pun Fitbit Air tetap berfungsi penuh sebagai pelacak data mentah. Pengguna masih bisa melihat jumlah langkah, detak jantung, durasi tidur, dan metrik dasar lainnya secara gratis. Google sendiri mengakui bahwa fitur premium sebagian besar adalah chatbot AI yang dibangun di sekitar data kesehatan pengguna—dan seperti kebanyakan model bahasa besar, keakuratannya dalam hal fakta objektif masih dipertanyakan.
Meskipun spesifikasi menyebutkan ketahanan air hingga kedalaman 50 meter, Google memberikan catatan kaki penting: perusahaan tidak "menjamin ketahanan air yang berkelanjutan selama masa pakai produk." Tidak ada satu pun gambar promosi yang menampilkan aktivitas renang, dan bukti anekdotal dari pengguna awal menunjukkan kinerja yang kurang memuaskan di air.
Bagi mereka yang rutin berenang atau melakukan olahraga air, Apple Watch dengan fitur swim workout khusus dan mode pembuangan air bawaan masih menjadi pilihan yang lebih andal. Model Apple Watch Ultra bahkan memiliki ketahanan 100 meter dan sensor suhu air otomatis.
Google Fitbit Air jelas merupakan perangkat yang menarik bagi mereka yang ingin lepas dari gangguan layar dan cukup puas dengan data kebugaran mentah. Namun, ketergantungan penuh pada ponsel, biaya langganan untuk fitur AI, serta keraguan soal ketahanan air membuat perangkat ini bukan untuk semua orang. Seperti biasa, jangan terburu-buru membeli hanya berdasarkan pemasaran—tunggu ulasan jangka panjang dari pengguna nyata.