SUMATERA BARAT — Pertandingan di Meksiko itu berlangsung ketat. Iran yang harus menjalani perjalanan bolak-balik Meksiko-AS selama turnamen tak goyah. Justru mereka mampu menahan tekanan Belgia dan keluar dengan satu poin krusial.
Dengan dua poin dari dua laga, Iran memimpin Grup G. Belgia juga mengoleksi dua poin di posisi kedua. Selandia Baru dan Mesir sama-sama mengantongi satu poin.
Kondisi ini membuat grup paling ketat di Piala Dunia edisi kali ini. Semua tim masih berpeluang lolos ke babak 32 besar pada laga pamungkas.
Iran akan menghadapi Mesir pada 26 Juni. Kemenangan dalam laga itu memastikan tiket ke fase gugur tanpa bergantung pada hasil tim lain.
Jika hanya bermain imbang, Iran masih punya peluang melalui jalur peringkat ketiga terbaik. Sebab delapan dari 12 tim peringkat ketiga grup di Piala Dunia 2026 berhak melaju ke babak knock out.
Ini adalah partisipasi ketujuh Iran di Piala Dunia. Dari enam edisi sebelumnya, Team Melli selalu terhenti di fase grup. Peluang kali ini menjadi yang terbaik sepanjang sejarah mereka.
Perjalanan berat sudah dijalani. Jadwal padat dan mobilitas tinggi antara Meksiko dan Amerika Serikat tak menjadi alasan. Hasil imbang melawan Belgia membuktikan daya tahan fisik dan mental skuad asuhan pelatih Iran.
Satu pertandingan tersisa. Seluruh perhatian kini tertuju ke laga melawan Mesir. Jika sejarah ingin diubah, inilah momentumnya.