PADANG PARIAMAN — Rute penerbangan langsung Padang-Jeddah untuk umrah kembali aktif setelah Lion Air mengerahkan armada wide body Airbus A330. Pesawat dengan kapasitas 436 kursi kelas ekonomi ini dijadwalkan terbang sekali seminggu.
Manajemen Lion Air dalam siaran pers yang diterima di Padang, Senin, menyebut layanan ini terselenggara melalui kerja sama dengan sejumlah biro perjalanan umrah terpercaya. "Mereka telah mempersiapkan perjalanan ibadah jemaah secara profesional, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan," tulis manajemen.
Untuk rute keberangkatan, pesawat nomor penerbangan JT-080 lepas landas dari Padang setiap Senin pukul 12.05 WIB dan tiba di Jeddah pukul 17.30 waktu setempat. Sementara rute kepulangan, JT-081 berangkat dari Jeddah pukul 23.00 waktu setempat dan tiba kembali di Padang pukul 12.30 WIB keesokan harinya.
Program umrah yang dilayani berdurasi 12 hari. Dengan jadwal ini, jemaah bisa mengatur keberangkatan tanpa harus menginap di bandara transit seperti Jakarta atau Batam.
Lion Air mengerahkan pesawat berbadan lebar untuk mengakomodasi lonjakan permintaan. Airbus A330 yang digunakan memiliki konfigurasi seluruh kursi kelas ekonomi, menyesuaikan dengan karakteristik perjalanan ibadah massal.
Suasana haru dan penuh semangat mewarnai keberangkatan perdana di Bandara Internasional Minangkabau. Bagi banyak jemaah, penerbangan langsung ini menjadi langkah nyata menuju impian beribadah ke Tanah Suci yang telah dipersiapkan sejak lama.
Manajemen Lion Air menilai infrastruktur udara ini memberikan nilai tambah besar bagi efisiensi waktu dan kepraktisan proses keberangkatan. Jemaah tidak perlu lagi repot mengurus transit atau berganti pesawat di tengah perjalanan.
"Kini, perjalanan tersebut menjadi jauh lebih mudah diwujudkan karena masyarakat Sumatera Barat tidak perlu lagi melakukan transit melalui kota lain," demikian pernyataan manajemen.
Layanan ini diharapkan menjaga fokus jemaah dalam beribadah karena seluruh proses keberangkatan hingga kepulangan dikelola dalam satu rangkaian penerbangan.
Manajemen Lion Air menyampaikan apresiasi tertinggi kepada pengelola bandara, otoritas navigasi, instansi pemerintah, dan mitra travel atas kelancaran operasional perdana rute ini. Kerja sama multipihak disebut menjadi kunci keberhasilan layanan penerbangan langsung umrah dari Sumatera Barat.