Kabar ini sekaligus mengoreksi spekulasi sebelumnya yang menyebut proyek ponsel lipat Apple bisa molor. Sumber rantai pasok asal Korea yang dikutip The Elec mengonfirmasi bahwa raksasa teknologi asal Cupertino itu masih optimistis bisa merilis perangkat lipat buku (book-style) tersebut pada musim gugur tahun ini.
Masalah yang sempat menghambat bukanlah soal desain layar, melainkan komponen mekanis paling krusial: engsel. Dalam uji durability yang melibatkan jutaan lipatan, mekanisme engsel disebut mulai mengeluarkan suara bising—atau dalam istilah teknisnya, "noise"—yang tidak ideal untuk produk premium sekelas iPhone.
Selain itu, toleransi manufaktur yang lebih longgar dari standar Apple pada beberapa bagian perakitan menyebabkan tingkat cacat (defect rate) yang lebih tinggi. Namun, menurut satu sumber industri asal Taiwan yang dihubungi The Elec, sebagian besar masalah ini sudah teratasi.
Untuk menekan bobot dan ketebalan, Apple menggunakan panel OLED lipat 7,8 inci dari Samsung yang punya desain baru. Lapisan penyaring warna (color-filtering layer) langsung dibangun di dalam tumpukan layar, menghilangkan satu lapisan tradisional yang biasa ada di panel OLED konvensional. Hasilnya, layar lebih tipis, ringan, dan hemat daya.
Di sisi engsel, pemasok berasal dari Shin Zu Shing (Taiwan) dan Amphenol (AS). Keduanya memproduksi engsel menggunakan teknik cetak 3D—sebuah pendekatan yang memungkinkan geometri rumit yang sulit dicapai dengan metode konvensional.
Spesifikasi lain yang bocor dari laporan ini cukup mengejutkan. iPhone lipat ini dikabarkan tidak akan menggunakan Face ID, melainkan mengandalkan Touch ID yang terintegrasi di tombol power. Ini keputusan yang cukup berani mengingat Apple sudah bertahun-tahun mempromosikan Face ID sebagai fitur flagship.
Perangkat ini akan ditenagai chip A20 dan modem C2 buatan Apple sendiri, serta dibekali dua kamera belakang. Layar cover berukuran 5,5 inci melengkapi paket yang diperkirakan akan dijual dengan harga sekitar USD 2.000—atau setara Rp 32 juta jika menggunakan kurs Rp 16.000 per dolar AS.
Mark Gurman dari Bloomberg sempat melaporkan pada Maret lalu bahwa iPhone lipat tidak akan dikirim ke pelanggan di waktu yang sama dengan iPhone 18 Pro dan Pro Max. Namun sebulan kemudian, Gurman me