Koperasi Gambir Sumatera Barat Gandeng ID FOOD, Target Ekspor 20 Ton per Bulan ke India dan Pakistan Senilai Rp11,7 Miliar

Penulis: Teuku Fahreza  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 16:54:01 WIB
Koperasi Gambir Sumatera Barat dan ID FOOD targetkan ekspor 20 ton gambir per bulan ke India dan Pakistan.

PADANG — Kementerian Koperasi memberi tenggat tiga bulan agar kerja sama ekspor gambir antara Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri dan ID FOOD segera terealisasi dalam bentuk kontrak bisnis dan pengiriman barang. Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak boleh berhenti di atas kertas.

“Saya berharap sebelum 3 bulan langsung terjadi transaksi kontrak bisnis dan barang sudah dikirim dalam bentuk hilirisasi,” ujar Destry dalam arahannya di Jakarta, Selasa (23/6).

Target Pasar: India dan Pakistan dengan Volume 20 Ton per Bulan

MoU ini membidik pasar India dan Pakistan dengan estimasi nilai mencapai USD 732.831 atau sekitar Rp11,72 miliar. Koperasi yang berdiri sejak 12 Juni 2021 itu saat ini telah mengonsolidasikan sekitar 190 petani gambir dan 8 kelompok tani dengan total luas lahan 450 hektare. Kapasitas produksi koperasi berkisar antara 30 hingga 50 ton per bulan.

Direktur Komersial ID FOOD, Dwi Sutoro, menyebut ada tiga pilar utama yang harus dijaga dalam ekosistem ekspor ini: keberlanjutan pasokan dari petani, konsistensi kualitas produk, dan daya saing harga di pasar internasional. ID FOOD akan mengoptimalkan kantor cabang di seluruh Indonesia sebagai unit sourcing development untuk mengidentifikasi produk unggulan daerah.

Kendala Konsistensi Pasokan dan Mutu Jadi Sorotan

Destry Anna Sari menyoroti tantangan utama yang kerap menghambat ekspor komoditas daerah, yaitu konsistensi jumlah pasokan dan mutu produk saat pesanan mulai melonjak. Pemerintah berkomitmen mengawal standardisasi internasional seperti HACCP melalui pelibatan lintas kementerian agar produk Indonesia tetap kompetitif.

Ia juga mendorong agar regulasi perdagangan luar negeri diperketat sehingga pembeli asing tidak bisa langsung membeli bahan baku mentah ke desa, yang selama ini kerap merusak stabilitas harga lokal.

Harapan Petani: Kepastian Harga dan Pasar

Ketua Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri, Eriyanto, menyebut MoU ini sebagai angin segar bagi petani gambir di Sumatera Barat. Ia memastikan pihaknya berkomitmen menjaga kontinuitas pasokan dan mengelola manajemen secara profesional serta transparan.

“Bagi kami, MoU ini adalah langkah strategis untuk memberikan kepastian pasar dan harga bagi para petani gambir di Sumatera Barat, meningkatkan mutu ekspor, serta menguatkan hilirisasi komoditas gambir melalui sinergi koperasi dan BUMN,” kata Eriyanto.

Koperasi yang bernaung di bawah Dinas Koperasi UKM Sumatera Barat ini kini tengah mempersiapkan sistem produksi dan logistik untuk memenuhi target pengiriman perdana. ID FOOD melalui anak usahanya, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI), akan menjadi mitra distribusi utama dalam rantai ekspor ini.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: suarapemerintah.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top